Toko Online Ternak Kambing

Toko Online Ternak Kambing

Daftar Produk

Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba
Lihat Detail

Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

manfaat dan gizi daging domba


Ternakkambing.com-Daging Domba | Daging domba di Indonesia belum sepopuler seperti daging kambing. Jika daging kambing memiliki aroma yang khas yaitu berbau prengus, maka daging domba tidak memiliki aroma yang sama seperti daging kambing.

Beberapa faktor yang menyebabkan daging domba tidak sepopuler daging kambing adalah karena harga atau nilai daging domba yang tidak semahal daging kambing. selain itu, harga domba hidup yang lebih rendah daripada harga kambing.

Sebenarnya daging domba memiliki beragam manfaat yang hampir sama dengan daging kambing. akan tetapi, daging domba yang belum populer seperti daging kambing.
Baca juga: 5+ Manfaat [Daging Kambing] Untuk Kesehatan Terutama Bagi Pasangan Muda

Kandungan Gizi Daging Domba


Jumlah energi atau kalori


Daging domba memiliki jumlah energi yang cukup tinggi. Dari 100 gram daging domba terkandung energi atau kalori sebanyak 206 kkal.

Protein daging domba

Kandungan protein hewani yang terdapat pada daging domba cukup tinggi, dari 100 gram daging domba segar memiliki kandungan protein sebesar 17,1 gram.

Fosfor


Kandungan fosfor yang terdapat pada daging domba adalah 1,91 mg dari 100 gram daging domba segar.

Vitamin B


Salah satu vitamin yang terdapat pada daging domba adalah vitamin B1. Dari 100 gram daging domba, terdapat vitamin B1 sebanyak 0,15 gram. Selain vitamin B1, di dalam daging domba  terdapat juga vitamin B2 dan vitamin B12.

Selenium


Di dalam daging domba juga terdapat selenium yang memiliki beberapa manfaat bagi manusia. Selenium bagi tubuh memiliki manfaat sebagai salah satu antioksidan.

Kolesterol


Daging domba dan daging kambing sama-sama memiliki jumlah kolesterol yang tinggi. Akan tetapi ada perbedaan jenis kolesterol yang terkandung pada daging domba dan daging kambing.

Daging domba memiliki kandungan kolesterol baik yang memiliki manfaat cukup baik bagi tubuh. Jenis kolesterol yang terkandung dalam daging domba adalah HDL.

Manfaat Daging Domba


Beberapa manfaat daging domba bagi tubuh manusia adalah sebagai berikut:

  • Memberikan asupan energi yang tinggi bagi tubuh manusia karena kandungan kalori daging domba yang cukup tinggi. Kalori ini sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan jumlah kalori yang cukup tinggi per harinya.
  • Membantu pembentukan otot karena memiliki kandungan protein yang cukup tinggi.
  • Membantu dalam pembentukan dan memperkuat tulang karena memiliki kandungan kalsium yang cukup tinggi.
  • Daging domba bermanfaat untuk membantu mencegah osteoporosis. Kandungan fosfor yang terdapat cukup banyak pada daging domba dapat mencegah osteoporosis jika dikonsumsi dengan seimbang.
  • Daging domba juga dapat membantu mencegah terjadinya anemia. Daging domba bisa menambah jumlah sel darah merah karena memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi.
  • Daging domba mampu menjadi antioksidan bagi tubuh karena mengandung vitamin B1, B2, dan B12 serta selenium.
Itulah tadi seputar Manfaat dan Kandungan Gizi Daging Domba yang perlu diketahui. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jika masih ada hal yang perlu ditanyakan, silahkan tuiskan pertanyaan dan masukkan Anda pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya:

Domba Garut
Lihat Detail

Domba Garut

asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
asal-usul domba garut

Ternakkambing.com-Domba Garut | Domba garut merupakan salah satu jenis domba yang banyak dibudidayakan di Indonesia. Domba garut banyak ditemukan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba Garut dikenal juga dengan nama domba priangan. Domba Garut juga lebih terkenal di Indonesia sebagai domba aduan karena memiliki leher yang kuat sehingga sangat cocok dijadikan sebagai domba aduan.

Domba Garut adalah salah satu jenis domba yang banyak berkembang di daerah tropis. Domba Garut juga bisa menghasilkan anak lebih dari 2 ekor dalam satu siklus kelahiran. Kemampuan domba untuk menghasilkan lebih dari dua anakan dalam satu kali siklus kelahiran disebut sebagai sifat profilik.

Baca juga: Perbedaan Kambing dan Domba

Asal-usul Domba Garut

Domba Garut berasal dari persilangan tiga jenis domba yaitu domba Merino, domba Kaapstand, dan domba lokal Indonesia yang berada di daerah Priangan. Akan tetapi banyak kepercayaan masyarakat yang meyakini bahwa domba Garut merupakan domba asli yang berasal dari Kecamatan Cibuluh dan Wanaraja.

Persebaran Domba Garut

Di Kabupaten Garut, saat ini tersebar sekitar 400.000 ekor domba Garut di 18 Kecamatan. Domba Garut banyak diternakkan oleh warga karena alasan hobi sebagai domba aduan. Selain itu, domba Garut dipelihara untuk dimanfaatkan dagingnya karena memiliki ukuran yang cukup besar jika dibandingkan domba lokal lainnya.

Ciri-ciri Domba Garut

Domba Garut memiliki beberapa ciri-ciri khusus yang cukup berbeda dengan jenis domba lainnya. berikut ini beberapa ciri-ciri domba Garut adalah sebagai berikut:

  • Bobot badan domba jantan mencapai 60-80 kg, sedangkan bobot badan domba betina sekitar 30-50 kg;
  • Domba Garut jantan memiliki tanduk yang berbentuk spiral atau melingkar ke samping kepala, memiliki leher yang besar dan kuat;
  • Domba Garut memiliki bulu berwarna putih, hitam, coklat, atau pun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba Garut betina secara umum tidak memiliki tanduk, tetapi terkadang ada beberapa domba betina memiliki tanduk berukuran kecil;
  • Domba Garut jantan biasanya memiliki bulu yang cukup tebal tumbuh di bagian dada.
  • Domba Garut jantan memiliki ukuran yang lebih besar dari domba lokal Indonesia lainnya;
  • Domba Garut jantan memiliki tubuh yang kekar dan otot yang gempal serta kaki-kaki yang kokoh.


Perkembangbiakan Domba Garut

Domba Garut banyak dibudidayakan oleh warga terutama warga di daerah Garut, Jawa Barat untuk dimanfaatkan sebagai domba aduan maupun domba pedaging. Domba garut dibudidayakan dengan cara semi intensif. Hal ini dilakukan untuk menghasilkan domba Garut dengan kualitas bagus baik untuk domba penghasil daging maupun sebagai domba aduan.

Baca juga: Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Ada beberapa perbedaan cara pemeliharaan domba Garut sebagai domba pedaging dan domba aduan. Perbedaan cara pemeliharaan doba pedaging dan domba aduan adalah pada sistem pemeliharaannya.

Pemeliharaan Domba Garut sebagai Domba Adu

Sistem pemeliharaan dilakukan secara semi intensif, seperti:

Kandang

Kandang berupa kandang panggung dengan sistem baterei. Tujuan kandang berupa kandang baterei adalah untuk menghindarkan domba satu dan domba lainnya bertarung. Selain itu, kandang baterei juga memungkinkan domba tumbuh dengan baik karena kontrol terhadap kesehatan dan perkembangan  domba dapat dilakukan dengan baik.

kandang panggung domba


Kandang panggung bagi domba juga memiliki manfaat untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan serangga yang bersarang di tanah. Kandang panggung juga bisa menghindarkan domba garut dari sakit kembung karena udara dingin dari lantai atau tanah.

Pemberian Pakan

Pemberian pakan domba Garut aduan secara umum sama dengan domba Garut potong. Akan tetapi, domba Garut aduan diberi makan lebih intensif lagi dari pada domba Garut potong. Pakan utama yang diberikan kepada domba Garut adalah rerumputan. Ada perbedaan selera makan antara kambing dan domba. Jika kambing lebih memilih dedaunan daripada rerumputan, maka untuk domba sendiri lebih menyukai rerumputan. Rerumputan yang baik diberikan pada domba seperti rumput odot dan rumput gajah. Rumput raja bisa saja diberikan sebagai pakan domba. Akan tetapi, teksturnya yang keras dan tajam lebih baik dihindarkan jika masih ada alternatif pilihan lainnya.

Selain rumput sebagai pakan pokok untuk domba, kita juga bisa menambahkan mineral dan konsentrat bagi sebagai pakan tambahan domba. Manfaat mineral pada pakan domba adalah sebagai tambahan mineral yang tidak atau sedikit kandungannya di dalam pakan rumput. Sedangkan konsentrat sendiri bermanfaat untuk tambahan nutrisi yang tidak terdapat pada rumput.

Selain ketiga jenis pakan tersebut, sebagai pelengkap pakan bagi domba aduan adalah tambahan berupa pakan yang tinggi nutrisi. Jenis-jenis pakan yang memiliki nutrisi tinggi seperti telur ayam kampung, jahe, dan juga ginseng.

Pemberian pakan bernutrisi tinggi tersebut memiliki fungsi sebagai suplemen bagi domba aduan supaya memiliki stamina yang cukup untuk bertarung. Selain diberikan pakan bernutrisi tinggi, domba garut juga tetap perlu dilatih secara fisik. Tujuannya adalah, agar nutrisi yang dikonsumsi domba tidak hanya menjadi lemak, tetapi menjadi otot sehingga domba garut kuat bertarung.

Baca juga: Penggemukan Domba Jantan

Pemberian Vaksin Domba Adu

Untuk mencegah berbagai penyakit yang menyerang domba garut seperti antraks, kembung perut, mencret, dan sebagainya, kita juga perlu memberikan pencegahan berbagai penyakit tersebut dengan vaksinasi. selengkapnya tentang kegunaan vaksin (baca: vaksin kambing dan kegunaannya).

Jenis vaksin yang biasa diberikan pada kambing adalah Vitamin B kompleks, obat cacing, dan vaksin antraks. Untuk obat cacing bisa menggunakan Pitazole, Colbendazole, atau Wormectin. Sementara untuk pencegahan antraks, bisa menggunakan vaksin BioThrax.

Latihan Domba Adu

Selain dipelihara secara intensif, domba Garut yang dijadikan sebagai domba adu juga perlu diberikan pelatihan. Walau pun secara alami domba Garut memiliki dorongan untuk bertarung, tetapi labih baik lagi jika kita tetap memberikan pelatihan bagi domba adu yang kita miliki.

Beberapa pelatihan yang dapat kita berikan pada domba Garut aduan adalah dengan cara-cara berikut ini:

  • Melepaskan domba adu keluar kandang yang masih dikelilingi pagar pada pukul 09.00 sampai 15.00. tujuannya adalah agar domba dapat beraktivitas dan melatih otot-otot kakinya dengan berjalan-jalan.
  • Memberikan beban mulai dari 5 kg sampai 20 kg sebagai latihan untuk memperkuat otot bagian leher dan pundak domba
  • Mengajak domba untuk berlari dengan kecepatan tertentu supaya otot kakinya lebih terlatih.
  • Memberikan latihan untuk bertarung dengan domba lainnya dengan 3-5 kali tumbukkan. Hal ini dilakukan untuk melatih domba supaya lebih siap dalam menghadapi lawannya.


Perawatan Domba Adu

Selain kegiatan di atas, domba adu juga perlu diberikan perawatan lainnya seperti berikut ini:

Pencukuran bulu

Pencukuran bulu domba bertujuan untuk menjaga kebersihan domba supaya tidak banyak kotoran yang menempel di bulunya yang telah panjang

Memandikan domba

Domba yang sudah dicukur juga perlu dimandikan supaya kebersihan kulit terjaga untuk menghindarkan kutu-kutu atau cacing yang merugikan.

Pemijatan

Pemijatan pada domba adu dilakukan dengan tujuan supaya domba tidak stres karena dengan pemijatan dapat memperlancar aliran darah pada domba dan membuat domba rileks.

Pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan dengan tujuan supaya domba dapat berjalan dan berlari dengan mantap. Selain itu, jika kuku terlalu panjang sangat mudah sekali menjadi sarang parasit seperti cacing.

Pemeliharaan Domba Garut Sebagai Domba Potong

Selain digunakan sebagai domba adu, domba garut juga dapat dimanfaatkan sebagai domba potong. Domba garut selain mampu bertarung juga mampu menjadi domba potong karena memiliki perawakan yang besar. Domba Garut jantan bisa tumbuh mencapai 60 kg-80 kg per ekor.

Selain itu, domba garut juga mempunyai persentase karkas yang cukup tinggi yakni mencapai sekitar 50%. Daging domba garut juga terkenal sangat enak dikonsumsi karena memiliki tekstur yang empuk dan berotot. selengkapnya tentang penggemukan domba jantan.

Berikut ini beberapa langkah pemeliharaan domba Garut sebagai domba Potong:

Kandang Domba Garut Potong

Kandang domba dapat dibuat dengan dua sistem yaitu sistem panggung maupun sistem nglemprak. Perbedaan sistem panggung dan sistem nglemprak terdapat pada manfaatnya. Jika sistem panggung, domba tidak dapat bergerak bebas karena dibuat dengan sistem sekat. Selain itu, domba juga akan lebih terjaga kebersihannya dari kotorannya. Selengkapnya desain kandang kambing atau domba  modern (baca: desain kandang kambing modern)

Desain Kandang Domba Garut

Sedangkan kandang sistem nglemprak memiliki keuntungan dapat menampung lebih banyak domba dan tidak terjadi kekhawatiran kaki domba akan terjepit bambu. Dengan kandang sistem nglemprak yang telah dibuat lantai plester juga akan memudahkan pengontrolan secara berkelompok.
Baca juga: Ukuran Kandang Kambing Panggung Tepat

Pemberian Pakan Domba Garut Potong

Pemberian pakan domba potong dengan domba adu secara umum hampir sama. Pemberian pakan domba garut potong secara umum berupa rumput. Hal ini sebenarnya mutlak harus selalu diberikan karena secara alami domba merupakan hewan herbivora yang mengkonsumsi makanan berupa rumput.

Akan tetapi, ada banyak alternatif untuk menyiasati kebutuhan rumput yang saat ini sulit didapatkan terutama pada saat musim kemarau. Baca lebih lanjut tentang pakan fermentasi kambing dan domba..

Selain rumput, domba garut potong juga tetap perlu diberikan pakan tambahan berupa konsentrat dan mineral tambahan. Pakan tambahan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi dan mineral yang memang tidak terdapat pada pakan.

Pemberian pakan berupa rumput sebanyak 10% dari bobot tubuh domba per harinya. Kemudian untuk konsentrat dapat diberikan sebanyak 0,5 kg per ekor per hari. Sementara mineral dapat diberikan atau ditambahkan pada pakan konsentrat itu sendiri.
Baca juga: Penyebab Kematian Pada Anak Kambing

Pemberian Vaksin dan Obat

Pemberian vaksin sebaiknya dilakukan dalam hitungan satu kali dalam setahun. Beberapa jenis vaksin yang dapat diberikan seperti vaksin antraks, obat cacing dan vitamin B kompleks. Tujuan pemberian vaksin dan vitamin tersebut sama yaitu menghindarkan domba agar tidak mudah terserang penyakit. selengkapnya tentang penyakit kambing dan domba (baca: penyakit yang sering menyerang kambing dan domba).

Pemberian obat cacing dilakukan satu kali dalam enam bulan. Dan vitamin B kompleks dapat diberikan satu bulan sekali. Untuk lebih jelas mengenai menfaat vaksin, dapat dibaca pada

Perawatan Domba Potong

Domba potong juga perlu diberikan perawatan yang hampir sama dengan domba adu. Beberapa kegiatan perawatan domba potong adalah sebagai berikut:

Pencukuran bulu

Domba garut yang dijadikan sebagai domba potong juga perlu dicukur guna menghindarkan dari berbagai penyakit atau parasit yang bersembunyi di kulit domba. Selain itu, pencukuran bulu juga agar menjaga domba supaya tetap terlihat bersih.

Pemotongan Tanduk

Pemotongan tanduk pada domba Garut potong dilakukan mulai umur 6-8 bulan. Pada usia tersebut, tanduk domba belum sepenuhnya tumbuh. Selain itu, pemotongan tanduk bertujuan untuk mencegah domba saling berkelahi satu sama lain di kandang dengan sistem koloni.
Baca juga: Penyakit Kambing Yang Mematikan

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku pada domba garut potong juga sebagai suatu langkah tindakan pencegahan dari serangan berbagai penyakit. Dengan melakukan pemotongan kuku, maka resiko domba akan cedera atau terkena penyakit sangat minim.

Kuku pada domba merupakan tempat atau pijakan domba dalam berjalan. Telur cacing, atau pun serangga sangat mungkin sekali bersarang di dalamnya. Oleh karena itu, pemotongan kuku atau pemeriksaan kebersihan kuku dapat dilakukan dalam waktu empat bulan sekali atau 6 bulan sekali.

Pembersihan Kandang

Pembersihan kandang domba potong sebaiknya dilakukan paling sedikit tiga hari sekali. Hal ini dilakukan untuk menghindari penimbunan kotoran yang dapat menimbulkan bau dan penyakit. Pembersihan kandang antara jenis kandang panggung dan kandang nglemprak sedikit berbeda.
Untuk pembersihan kandang panggung yang tanpa diberi jerami sebagai alas sebaiknya dilakukan minimal tiga hari sekali. Hal ini untuk menghindarkan domba mengalami serangan penyakit.
Baca juga: Manfaat Rumput Odot Bagi Kambing

Sementara kandang dengan sistem nglemprak sebaiknya dibersihkan paling tidak satu kali dalam satu minggu. Kandang nglemprak sebaiknya disertai dengan diberi jerami sebagai alasnya.

Demikianlah pembahasan mengenai domba garut. Semoga tulisan tentang Domba Garut dapat bermanfaat bagi para pembaca sekalian.
Masih ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.

Tulisan lainnya:
  1. Lantai Kandang Kambing Yang Baik
  2. Ukuran Kandang Kambing Etawa Efektif
  3. Desain Kandang Kambing Modern Efektif
  4. Kandang Kambing Kacang dan Pembuatannya
Perbedaan Kambing dan Domba
Lihat Detail

Perbedaan Kambing dan Domba

Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Kambing dan Domba

Ternakkambing.com-Perbedaan Kambing dan Domba | Kambing dan Domba merupakan hewan yang masih memiliki hubungan kekerabatan yang dekat. Kambing dan domba memiliki ciri-ciri umum yang hampir sama satu sama lain. Terkadang kita sering salah dengan menyebutkan domba dengan sebutan kambing domba. Padahal jelas di antara keduanya ada perbedaan.

Kambing adalah salah jenis hewan yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat sejak zaman dulu. Kambing merupakan salah satu hewan dari famili Bovidae dan masih termasuk dalam satu kerabat dengan domba.

Di Indonesia sendiri, setidaknya ada lebih dari 10 jenis kambing yang sudah dibudidayakan oleh masyarakat. Salah satu jenis kambing yang populer dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia adalah kambing kacang, kambing etawa, dan kambing boer. Selengkapnya jenis kambing.

Dari ketiga jenis kambing tersebut, jenis kambing yang paling terkenal di kalangan masyarakat adalah kambing kacang. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal di antaranya adalah ketahanan fisik kambing kacang. Untuk lebih jelasnya, baca kelebihan kambing kacang.

Sementara untuk ternak domba sendiri di Indonesia masih kalah populer jika dibandingkan dengan ternak kambing. Di Indonesia, kurang lebih terdapat lebih dari 6 jenis domba yang sering dibudidayakan oleh para peternak. Sementara di dunia, terdapat lebih dari 29 jenis domba.

Walaupun kambing dan domba masih satu kerabat, akan tetapi terdapat beberapa perbedaan di antara keduanya. Beberapa perbedaan yang dapat kita amati di antaranya adalah dari bulu, tanduk, dan yang paling berbeda adalah dari bau prengus.

Bulu kambing dan domba


Pada kambing, secara umum memiliki bulu yang lurus dan halus. Bulu pada kambing menutupi seluruh permukaan tubuh kambing. Warna dari bulu kambing sendiri lebih bervariasi dibandingkan dengan warna pada bulu domba.

Sedangkan pada domba, bentuk bulu lebih dominan keriting atau menggulung. Bulu domba juga cenderung lebih tebal daripada bulu pada kambing. bulu pada domba sering dimanfaatkan sebagai bahan untuk membuat berbagai macam prosuk seperti jaket, suiter, maupun selimut.

Bulu pada domba dapat tumbuh sepanjang tahun. Oleh karena itu, para peternak domba seperti di Eropa bisa menghasilkan bulu domba sepanjang tahun tanpa khawatir buu domba tidak akan tumbuh lagi. Jika bulu kambing rata-rata hanya memmiliki panjang sekitar 3 cm, maka bulu domba dapat tumbuh mencapai 8-10 cm dalam satu tahun.

Tanduk kambing dan domba


Tanduk pada kambing dan domba juga berbeda. Pada kambing, tanduk kebanyakan berbentuk lurus dan memanjang dengan sedikit melengkung. Sementara pada domba, tanduk berbentuk spiral atau melingkar melingkari telinga domba. Fungsi tanduk pada domba dan kambing hampir sama yaitu sebagai alat perlindungan diri.

Perbedaan lain antara kambing dan domba pada bagian tanduk adalah jika kambing betina dan jantan sama-sama memiliki tanduk, sementara pada domba betina jarang memiliki tanduk. Walaupun memiliki tanduk, domba betina memiliki tanduk yang sangat kecil sekali dan bankan tidak tumbuh.

Domba jantan biasanya memiliki tanduk yang kuat dan besar. Oleh karena itu, di Indonesia terutama di daerah Garut-Jawa Barat, domba dijadikan sebagai hewan aduan karena memiliki tanduk yang kuat dan besar.

Bau prengus kambing


Bau prengus hanya terdapat pada kambing. Sementara domba tidak menghasilkan bau prengus. Bau prengus banyak terdapat pada kambing jantan dewasa. Bau prengus merupakan feromon yang dimiliki oleh kambing.

Bau prengus dihasilkan dari senyawa 4-etiloktanal melalui jaringan di bawah kulit kepala kambing jantan. Bau prengus ini dihasilkan oleh kambing jantan dewasa sebagai sebuah stimulus bagi kambing betina supaya terjadi ovulasi.

Dengan memicu ovulasi pada kambing betina, maka memungkinkan terjadinya dorongan kambing betina dewasa untuk melakukan kawin atau pembuahan dengan kambing jantan dewasa tersebut.

Senyawa 4-etiloktanal  merupakan senyawa asam lemak yang dapat menghasilkan bau yang khas. Senyawa 4-etiloktanal akan mengalami oksidasi jika terpapar di udara sehingga menghasilkan senyawa asam 4-etiloktanoat.

Semetara pada domba sendiri, tidak memiliki jaringan yang mampu menghasilkan senyawa 4-etiloktanal sehingga domba tidak menghasilkan bau prengus seperti pada kambing.

Demikian penjelasan singkat mengenai Perbedaan antara Kambing dan Domba yang perlu Anda ketahui. Semoga tulisan ini dapat memberikan manfaat bagi para pembaca.

Ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Silahkan tuliskan pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih.

Tulisan lainnya :
Penggemukan Domba Jantan
Lihat Detail

Penggemukan Domba Jantan

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.

Penggemukan Domba Jantan


Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :

Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”
Lihat Detail

Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”

ternak domba


Ternakkambing.com | Ternak domba adalah suatu pilihan usaha yang tepat saat ini terutama di Indonesia. Ternak domba merupakan salah satu solusi untuk menyediakan sumber protein hewani selain daging sapi.

Betapa tidak? Coba kita bayangkan, harga daging sapi per kilogram bisa mencapai Rp 100.000,00 pada saat harga normal. Jika harga daging sedang naik maka bisa mencapai Rp 120.000,00 – Rp 130.000,00 per kilogram.

Sementara itu, harga daging kambing atau pun domba di pasaran hanya mencapai Rp 50.000,00 saja. Sedangkan ketersediaan daging kambing atau domba di pasaran sudah semakin sulit karena sangat sedikitnya masyarakat yang mau beternak kambing maupun domba.

Dengan demikian, sebenarnya pasar daging domba maupun kambing masih terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi peluang di tengah tingginya harga daging sapi di Indonesia. Masih mau mencoba untuk menjadi sukses? Baca terus tulisan ini!

Keunggulan Beternak Domba


Beternak domba saat ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ternak jenis hewan lainnya. berikut ini adalah keunggulan beternak domba saat ini terutama di Indonesia.

  • Peluang pasar terbuka lebar;
  • Mudah sekali beradaptas dengan cuaca di Indonesia;
  • Mampu bertahan dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah;
  • Sangat tahan terhadap perubahan cuaca;
  • Tahan terhadap berbagai penyakit ternak seperti kembung, mencret dan lain-lain;
  • Mampu beranak tiga kali dalam 2 tahun;
  • Mampu melahirkan anakan minimal dalam satu kali kelahiran;
  • Perawatannya mudah.

Jenis-jenis Domba di Indonesia


Ada beberapa jenis domba yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Berikut ini adalah jenis domba yang dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia :


Domba Garut


ternak domba garut/priangan

Domba garut adalah domba asli Indonesia yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba ini sering menjadi aduan karena memiliki leher yang kuat dan tanduk yang kuat.

Domba Ekor Kecil


ternak domba ekor tipis

Domba ekor kecil adalah jenis domba yang banyak berkembang di Indonesia terutama di daerah Jawa. domba ini memiliki tubuh yang kecil erta pertumbuhan yang lambat. Akan tetapi domba ini mampu melahirkan anak sebanyak 3 sampai 4 ekor dalam satu kali melahirkan.


Domba Ekor Gemuk


ternak domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk sebenarnya bukanlah domba asli Indonesia. Domba ekor gemuk berasal dari Australia. Domba ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada domba ekor tipis. Ciri khas yang dimiliki oleh domba ini adalah memiliki ekor yang besar akibat timbunan lemak yang banyak pada ekornya.

Domba Merino


ternak domba merino

Domba Merino merupakan domba yang didatangkan dari Australia dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas domba lokal di Indonesia. Domba Merino mampu tumbuh mencapai bobot 100 kg pada pejantan dewasa.

Perkembangbiakan Domba


Sama seperti mamalia lainnya, domba berkembang biak dengan cara melahirkan. Domba dapat dikawinkan apabila mencapai masa dewasa atau siap kawin. Ada banyak tanda yang bisa kita jumpai ketika domba masak usia atau siap kawin.

Masa Masak Seksual dan Berahi Domba Pertama


Waktu masak seksual domba ditandai dengan domba yang sudah mampu menghasilkan sel telur yang siap untuk dibuahi oleh pejantan. Betina domba yang sudah masak sel telurnya biasanya siap untuk dikawinkan.

Selain itu, ada juga kejadian domba yang mengalami keterlambatan masak reproduksinya karena beberapa hal seperti faktor genetik, lingkungan, iklim dan juga pakan serta pemeliharaan.

Berahi, Siklus, dan Ovulasi Pada Domba


ternak domba tanda berahi

Berahi Domba


Berahi adalah waktu dimana seekor domba mengalami hasrat untuk kawin karena dorongan hormon yang dihasilkan. Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering kita jumpai pada domba betina yang mengalami berahi :

  • Domba betina berahi biasanya mengalami kegelisahan atau ribut, sering mengembik-embik, dan selalu berusaha mencari pejantan;
  • Berahi juga ditandai pada domba betina yang sering menaiki domba lainnya walaupun itu adalah domba betina juga;
  • Domba mengalami kondisi sering kencing, sering mengibaskan ekornya, dan terkadang sering mengalami hilangnya nafsu makan;
  • Alat kelamin domba betina pada bagian vulva membesar, berwarna merah, dan terkadang berlendir.



Siklus Berahi Domba


Domba merupakan jenis hewan yang bersifat poliestrus, artinya hewan yang mengalami fase berahi secara rutin. Oleh karena itu domba dapat dikawinkan pada masa waktu tertentu yang bisa menghasilkan kebuntingan.

Biasanya domba mengalami siklus berahi selama 17 hari sekali dan akan terulang lagi. Atau terkadang juga domba dihitung siklus berahinya selama 15-20 hari sekali.

Ovulasi Domba


Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur atau ovum  dari indung telur (ovarium). Masa ovulasi domba terjadi selama 24 jam sampai 30 jam atau juga setelah dua hari waktu berahi berlangsung.

Pada waktu ini lah saat-saat yang tepat untuk mengawinkan domba karena pembuahan akan cepat berhasil. Jumlah ovum yang dilepaskan adalah sekitar 1-2 buah saja yaitu sel telur yang mengalami kondisi masak.

Lama Masa Berahi Domba

Lama berahi domba akan berlangsung selama 30-40 jam atau 1 hingga 2 hari saja. Di luar waktu ini domba betina tidak mau dikawinkan atau didekati domba jantan. Jika perkawinan terjadi di luar masa berahi maka besar kemungkinan tidak akan terjadi pembuahan yang artinya domba tidak akan bunting.

Mengawinkan Domba


Persiapan perkawinan domba


Pemeriksaan Induk yang Pernah Beranak


Induk yang beranak dapat dikawinkan setelah 60 hari pasca melahirkan. Setelah 60 hari pasca melahirkan, organ reproduksi sudah pulih dan siap untuk masa bunting berikutnya.

Oleh karena itu, perlakuan pencatatan kelahiran  sangat penting dalam mengoptimalkan pemeliharaan domba. Setelah 60 hari pasca melahirkan, peternak perlu sesering mungkin melakukan pemeriksaan berahi kambing.

Pemberian Pakan Bermutu


Pemberian pakan yang bermutu dengan jumlah nutrisi seimbang sesuai dengan kebutuhan domba sangatlah penting untuk menunjang kesehatan reproduksi domba. Pemebrian pakan berupa hijauan sebanyak 10% dari bobot tubuh per hari serta ditambah konsentrat sekitar 0,5 kg per ekor per harinya.

Pemotongan Bulu Domba


Pemotongan bulu domba baik pada betina maupun pejantan bertujuan untuk memperlancar proses perkawinan domba. Pemotongan bulu dilakukan terutama pada bagian sekitar alat kelamin domba supaya tidak menghalangi proses perkawinan.


Tata Cara Mengawinkan Domba


Domba betina yang sudah diperiksa kondisinya dan sudah diketahui mengalami berahi maka sebaiknya segera dikawinkan. Berikut ini prosedur mengawinkan domba :

  • Keluarkan domba betina yang mengalami berahi dari kandangnya dan pisahkan dari yang lain;
  • Berilah sedikit minum dan pakan konsentrat pada kambing betina untuk energi;
  • Masukkan domba betina pada kandang domba pejantan;
  • Jika domba betina masih sulit untuk menerima domba jantan maka usahakan domba betina tidak bergerak agar domba jantan mendekatinya perlahan;
  • Angkat dan tahan ekor domba betina ke atas supaya tidak menutupi kelamin domba betina;
  • Biarkan domba jantan mengawini domba betina sampai selesai;
  • Setelah dirasa proses perkawinan berhasil, maka kembalikan domba betina pada kandangnya;
  • Usahakan untuk mengawinkan domba betina selama tiga kali pada masa berahi.


Pemeriksaan Kebuntingan Domba


Pemeriksaan kebuntingan dilakukan untuk memastikan apakah perkawinan domba sudah terjadi pembuahan ataau belum. Pemeriksaan kebuntingan dapat dilakukan pada saat satu bulan setelah domba dikawinkan.


Ciri-ciri Kebuntingan pada Domba



  • Tidak terjadi siklus berahi lagi;
  • Domba terlihat lebih tenang dan tidak suka mengembik atau menaiki kawanannya;
  • Domba mengalami peningkatan nafsu makan;
  • Perut bagian kanan tampak membesar daripada sebelumnya;
  • Ambing terlihat lebih besar dan berkembang;
  • Pertumbuhan janin pada 100 hari pertama tampak lambat, akan tetapi tampak begitu cepat pada 6-8 minggu terakhir.


Kelahiran Domba


Domba mengalami masa bunting selama 144-152 hari. Peternak perlu menyiapkan beberapa hal untuk mempersiapkan kelahiran domba. Berikut ini adalah persiapan kelahiran domba :

Persiapan Kelahiran



  • Sebelum melahirkan, 1 atau dua hari sebelumnya domba perlu ditempatkan pada kandang terpisah dengan yang lain;
  • Bersihkan kandang dan usahakan agar kandang hangat serta diberikan jerami supaya empuk;
  • Jangan gembalakan induk saat mau melahirkan.


Tanda Domba Sudah Akan Melahirkan


ternak domba tanda kelahiran


  • Terlihat cekung pada bagian dekat pangkal ekor;
  • Perut terlihat seperti turun ke bawah;
  • Induk merasa gelisah dan menggaruk-garuk perutnya;
  • Kaki induk menendang-nendang serta sering mengembik;
  • Induk domba berbaring dengan kaki dilipat serta sering menoleh ke bagian belakan memperhatikan bagian belakang;
  • Keluar cairan berwarna bening dari vulva domba.


Proses Kelahiran Domba


Tanda-tanda anak domba akan segera lahir adalah keluarnya kantong yang berbentuk benjolan setengah bola berisi cairan. Jika sudah terlihat, tunggu sebentar sampai kaki anak domba terlihat. Tahapan berikutnya adalah dengan membantu menarik kaki anak domba secara perlahan sampai keluar bagian kepalanya dengan diikuti badan serta kaki belakangnya.

Membersihkan Anak Domba


Setelah anak domba keluar, maka coba tunggu sebentar dengan melihat apakah masih ada anak domba yang akan keluar. Biasanya domba mampu melahirkan dua sampai tiga ekor setiap kali melahirkan.

Setelah anak domba keluar, maka bersihkanlan bagian hidung anak domba menggunakan jari atau kain untuk membantu anak domba bisa bernafas. Biarkan indukan menjilati lendir yang ada pada tubuh anak domba.

Jika ari-ari domba sudah keluar, maka segeralah untuk menguburkan ari-ari tersebut supaya tidak dimakan oleh induk domba karena dapat menyebabkan keracunan.

Pemeliharaan Induk yang Baru Melahirkan


Induk yang baru melahirkan tetap dipelihara di kandang yang terpisah dari domba lainnya. hal ini bertujuan untuk menghindarkan kecelakaan seperti anakan terinjak atau terhimpit oleh domba dewasa lainnya.

Induk domba yang baru melahirkan juga membutuhkan pakan yang bernutrisi guna membantu menyediakan susu yang cukup untuk anakan domba tersebut. Pakan diberikan dengan komposisi rumput sebanyak 10% dari bobot domba dan diberikan tambahan konsentrat sebanyak 0,5 kg per harinya.

Pemberian minum juga penting untuk memnuhi kebutuhan cairan pada induk serta suppaya dapat menghasilkan susu dalam jumlah banyak dan cukup bagi anak domba.

Pemisahan anakan dengan indukan dapat dilakukan jika anak domba sudah berumur 1,5-2 bulan. Pemisahan ini bertujuan untuk merangsang domba supaya cepat berahi dan siap untuk bunting lagi.


Pemberian Pakan


Hijauan


Pemberian pakan hijauan untuk domba dapat diberikan dengan pemberian rumput sebanyak 4,5 kg atau 10% dari bobot domba per harinya. Pakan hijauan sebaiknya berupa rerumputan karena domba sebenarnya lebih menyukai rerumputan dibanding dedaunan.

Pakan Penguat atau Konsentrat


Pakan pengutan merupakan campuran bahan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk menunjang kebutuhan nutrisi domba per harinya. Konsentrat dapat dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan seperti bungkil kelapa, ampas tahu, dedak, jagung giling dan tepung ikan.

Garam


Pemberian garam dan mineral lain yang dibutuhkan domba adalah untuk mencukupi kebutuhan mineral dari domba. Pemberian garam sebagai mineral adalah sebanyak 7 g per ekor per harinya.


Perawatan Domba


Perawatan domba dilakukan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan domba supaya terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang domba. Berikut ini beberapa perawatan pada domba :


Memandikan domba


Domba dimandikan sebanyak satu kali dalam satu minggu. Cara memandikan domba yaitu dengan menggunakan air mengalir. Bulu domba juga bisa disikat dengan menggunakan sabun supaya bisa membunuh kuman dan kutu yang merugikan.

Memandikan domba sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga domba akan segera kering dan tidak kedinginan.

Mencukur Bulu Domba


ternak domba mencukur bulu

Bulu domba yang sudah terlalu tebal juga perlu dicukur. Hal ini bertujuan agar domba mudah dibersihkan dan tidak menjadi sarang penyakit yang merugikan domba. Bahkan di luar negeri domba secara rutin dicukur untuk diambil bulunya untuk digunakan sebagai bahan pembuat wol dan jaket.

Memotong Kuku


ternak domba pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan agar domba tidak kesulitan dalam berjalan. Pemotongan kuku juga harus memperhatikan tulang rawan yang tumbuh di dalam kuku. Jangan sampai memotong kuku terlalu pendek yang menyebabkan kuku terluka dan berdarah.

Pemotongan kuku juga untuk membersihkan kuku supaya tidak menjadi sarang penyakit bagi domba. Pemotongan kuku dapat menggunakan gunting atau pun pisau.

Kastrasi


Kastrasi dilakukan pada domba jantan yang ingin digemukkan. Hal ini biasa dilakukan di luar negeri. Jika di Indonesia sendiri sebaiknya tidak dilakukan hal demikian karena sebagian besar masyarakatnya adalah muslim.

Dengan tetap menjaga kesempurnaan domba dengan alat kelamin jantannya maka domba jantan dewasa pun akan layak jual sebagai hewan kurban. Salah satu syarat hewan kurban adalah hewan tersebut harus dalam kondisi tidak mengalami cacat fisik.

Di luar negeri, kastrasi memiliki tujuan untuk menghilangkan nafsu berahi domba jantan. Dengan dilakukan kastrasi maka tidak terjadi perkawinan sedarah secara sembarang di dalam kawanan. Selain itu domba jantan juga akan tumbuh dengan cepat dan gemuk.

Pemberian Tanda Pengenal


ternak domba tanda pengenal

Tanda pengenal pada domba dapat dipasang dengan angka atau pun huruf. Pemberian tanda pengenal supaya memudahkan kontrol domba tersebut. Denagn pemberian tanda ini maka kita akan dengan mudah mengetahui umur domba dan waktu kapan domba mengalami berahi dan siap kawin.

Pemberian tanda pengenal ini biasanya dipasang pada telinga dengan cara menindik telinga domba seperti halnya dilakukan pada sapi. cara lainnya adalah dengan pemberian tato pada telinga domba.

Demikian tulisan tentang Ternak Domba kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Jika memang ada, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih..

Tulisan lainnya : Cara beternak Kambing Etawa Lengkap








ternak domba


Ternakkambing.com | Ternak domba adalah suatu pilihan usaha yang tepat saat ini terutama di Indonesia. Ternak domba merupakan salah satu solusi untuk menyediakan sumber protein hewani selain daging sapi.

Betapa tidak? Coba kita bayangkan, harga daging sapi per kilogram bisa mencapai Rp 100.000,00 pada saat harga normal. Jika harga daging sedang naik maka bisa mencapai Rp 120.000,00 – Rp 130.000,00 per kilogram.

Sementara itu, harga daging kambing atau pun domba di pasaran hanya mencapai Rp 50.000,00 saja. Sedangkan ketersediaan daging kambing atau domba di pasaran sudah semakin sulit karena sangat sedikitnya masyarakat yang mau beternak kambing maupun domba.

Dengan demikian, sebenarnya pasar daging domba maupun kambing masih terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi peluang di tengah tingginya harga daging sapi di Indonesia. Masih mau mencoba untuk menjadi sukses? Baca terus tulisan ini!

Keunggulan Beternak Domba


Beternak domba saat ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ternak jenis hewan lainnya. berikut ini adalah keunggulan beternak domba saat ini terutama di Indonesia.

  • Peluang pasar terbuka lebar;
  • Mudah sekali beradaptas dengan cuaca di Indonesia;
  • Mampu bertahan dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah;
  • Sangat tahan terhadap perubahan cuaca;
  • Tahan terhadap berbagai penyakit ternak seperti kembung, mencret dan lain-lain;
  • Mampu beranak tiga kali dalam 2 tahun;
  • Mampu melahirkan anakan minimal dalam satu kali kelahiran;
  • Perawatannya mudah.

Jenis-jenis Domba di Indonesia


Ada beberapa jenis domba yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Berikut ini adalah jenis domba yang dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia :


Domba Garut


ternak domba garut/priangan

Domba garut adalah domba asli Indonesia yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba ini sering menjadi aduan karena memiliki leher yang kuat dan tanduk yang kuat.

Domba Ekor Kecil


ternak domba ekor tipis

Domba ekor kecil adalah jenis domba yang banyak berkembang di Indonesia terutama di daerah Jawa. domba ini memiliki tubuh yang kecil erta pertumbuhan yang lambat. Akan tetapi domba ini mampu melahirkan anak sebanyak 3 sampai 4 ekor dalam satu kali melahirkan.


Domba Ekor Gemuk


ternak domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk sebenarnya bukanlah domba asli Indonesia. Domba ekor gemuk berasal dari Australia. Domba ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada domba ekor tipis. Ciri khas yang dimiliki oleh domba ini adalah memiliki ekor yang besar akibat timbunan lemak yang banyak pada ekornya.

Domba Merino


ternak domba merino

Domba Merino merupakan domba yang didatangkan dari Australia dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas domba lokal di Indonesia. Domba Merino mampu tumbuh mencapai bobot 100 kg pada pejantan dewasa.

Perkembangbiakan Domba


Sama seperti mamalia lainnya, domba berkembang biak dengan cara melahirkan. Domba dapat dikawinkan apabila mencapai masa dewasa atau siap kawin. Ada banyak tanda yang bisa kita jumpai ketika domba masak usia atau siap kawin.

Masa Masak Seksual dan Berahi Domba Pertama


Waktu masak seksual domba ditandai dengan domba yang sudah mampu menghasilkan sel telur yang siap untuk dibuahi oleh pejantan. Betina domba yang sudah masak sel telurnya biasanya siap untuk dikawinkan.

Selain itu, ada juga kejadian domba yang mengalami keterlambatan masak reproduksinya karena beberapa hal seperti faktor genetik, lingkungan, iklim dan juga pakan serta pemeliharaan.

Berahi, Siklus, dan Ovulasi Pada Domba


ternak domba tanda berahi

Berahi Domba


Berahi adalah waktu dimana seekor domba mengalami hasrat untuk kawin karena dorongan hormon yang dihasilkan. Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering kita jumpai pada domba betina yang mengalami berahi :

  • Domba betina berahi biasanya mengalami kegelisahan atau ribut, sering mengembik-embik, dan selalu berusaha mencari pejantan;
  • Berahi juga ditandai pada domba betina yang sering menaiki domba lainnya walaupun itu adalah domba betina juga;
  • Domba mengalami kondisi sering kencing, sering mengibaskan ekornya, dan terkadang sering mengalami hilangnya nafsu makan;
  • Alat kelamin domba betina pada bagian vulva membesar, berwarna merah, dan terkadang berlendir.



Siklus Berahi Domba


Domba merupakan jenis hewan yang bersifat poliestrus, artinya hewan yang mengalami fase berahi secara rutin. Oleh karena itu domba dapat dikawinkan pada masa waktu tertentu yang bisa menghasilkan kebuntingan.

Biasanya domba mengalami siklus berahi selama 17 hari sekali dan akan terulang lagi. Atau terkadang juga domba dihitung siklus berahinya selama 15-20 hari sekali.

Ovulasi Domba


Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur atau ovum  dari indung telur (ovarium). Masa ovulasi domba terjadi selama 24 jam sampai 30 jam atau juga setelah dua hari waktu berahi berlangsung.

Pada waktu ini lah saat-saat yang tepat untuk mengawinkan domba karena pembuahan akan cepat berhasil. Jumlah ovum yang dilepaskan adalah sekitar 1-2 buah saja yaitu sel telur yang mengalami kondisi masak.

Lama Masa Berahi Domba

Lama berahi domba akan berlangsung selama 30-40 jam atau 1 hingga 2 hari saja. Di luar waktu ini domba betina tidak mau dikawinkan atau didekati domba jantan. Jika perkawinan terjadi di luar masa berahi maka besar kemungkinan tidak akan terjadi pembuahan yang artinya domba tidak akan bunting.

Mengawinkan Domba


Persiapan perkawinan domba


Pemeriksaan Induk yang Pernah Beranak


Induk yang beranak dapat dikawinkan setelah 60 hari pasca melahirkan. Setelah 60 hari pasca melahirkan, organ reproduksi sudah pulih dan siap untuk masa bunting berikutnya.

Oleh karena itu, perlakuan pencatatan kelahiran  sangat penting dalam mengoptimalkan pemeliharaan domba. Setelah 60 hari pasca melahirkan, peternak perlu sesering mungkin melakukan pemeriksaan berahi kambing.

Pemberian Pakan Bermutu


Pemberian pakan yang bermutu dengan jumlah nutrisi seimbang sesuai dengan kebutuhan domba sangatlah penting untuk menunjang kesehatan reproduksi domba. Pemebrian pakan berupa hijauan sebanyak 10% dari bobot tubuh per hari serta ditambah konsentrat sekitar 0,5 kg per ekor per harinya.

Pemotongan Bulu Domba


Pemotongan bulu domba baik pada betina maupun pejantan bertujuan untuk memperlancar proses perkawinan domba. Pemotongan bulu dilakukan terutama pada bagian sekitar alat kelamin domba supaya tidak menghalangi proses perkawinan.


Tata Cara Mengawinkan Domba


Domba betina yang sudah diperiksa kondisinya dan sudah diketahui mengalami berahi maka sebaiknya segera dikawinkan. Berikut ini prosedur mengawinkan domba :

  • Keluarkan domba betina yang mengalami berahi dari kandangnya dan pisahkan dari yang lain;
  • Berilah sedikit minum dan pakan konsentrat pada kambing betina untuk energi;
  • Masukkan domba betina pada kandang domba pejantan;
  • Jika domba betina masih sulit untuk menerima domba jantan maka usahakan domba betina tidak bergerak agar domba jantan mendekatinya perlahan;
  • Angkat dan tahan ekor domba betina ke atas supaya tidak menutupi kelamin domba betina;
  • Biarkan domba jantan mengawini domba betina sampai selesai;
  • Setelah dirasa proses perkawinan berhasil, maka kembalikan domba betina pada kandangnya;
  • Usahakan untuk mengawinkan domba betina selama tiga kali pada masa berahi.


Pemeriksaan Kebuntingan Domba


Pemeriksaan kebuntingan dilakukan untuk memastikan apakah perkawinan domba sudah terjadi pembuahan ataau belum. Pemeriksaan kebuntingan dapat dilakukan pada saat satu bulan setelah domba dikawinkan.


Ciri-ciri Kebuntingan pada Domba



  • Tidak terjadi siklus berahi lagi;
  • Domba terlihat lebih tenang dan tidak suka mengembik atau menaiki kawanannya;
  • Domba mengalami peningkatan nafsu makan;
  • Perut bagian kanan tampak membesar daripada sebelumnya;
  • Ambing terlihat lebih besar dan berkembang;
  • Pertumbuhan janin pada 100 hari pertama tampak lambat, akan tetapi tampak begitu cepat pada 6-8 minggu terakhir.


Kelahiran Domba


Domba mengalami masa bunting selama 144-152 hari. Peternak perlu menyiapkan beberapa hal untuk mempersiapkan kelahiran domba. Berikut ini adalah persiapan kelahiran domba :

Persiapan Kelahiran



  • Sebelum melahirkan, 1 atau dua hari sebelumnya domba perlu ditempatkan pada kandang terpisah dengan yang lain;
  • Bersihkan kandang dan usahakan agar kandang hangat serta diberikan jerami supaya empuk;
  • Jangan gembalakan induk saat mau melahirkan.


Tanda Domba Sudah Akan Melahirkan


ternak domba tanda kelahiran


  • Terlihat cekung pada bagian dekat pangkal ekor;
  • Perut terlihat seperti turun ke bawah;
  • Induk merasa gelisah dan menggaruk-garuk perutnya;
  • Kaki induk menendang-nendang serta sering mengembik;
  • Induk domba berbaring dengan kaki dilipat serta sering menoleh ke bagian belakan memperhatikan bagian belakang;
  • Keluar cairan berwarna bening dari vulva domba.


Proses Kelahiran Domba


Tanda-tanda anak domba akan segera lahir adalah keluarnya kantong yang berbentuk benjolan setengah bola berisi cairan. Jika sudah terlihat, tunggu sebentar sampai kaki anak domba terlihat. Tahapan berikutnya adalah dengan membantu menarik kaki anak domba secara perlahan sampai keluar bagian kepalanya dengan diikuti badan serta kaki belakangnya.

Membersihkan Anak Domba


Setelah anak domba keluar, maka coba tunggu sebentar dengan melihat apakah masih ada anak domba yang akan keluar. Biasanya domba mampu melahirkan dua sampai tiga ekor setiap kali melahirkan.

Setelah anak domba keluar, maka bersihkanlan bagian hidung anak domba menggunakan jari atau kain untuk membantu anak domba bisa bernafas. Biarkan indukan menjilati lendir yang ada pada tubuh anak domba.

Jika ari-ari domba sudah keluar, maka segeralah untuk menguburkan ari-ari tersebut supaya tidak dimakan oleh induk domba karena dapat menyebabkan keracunan.

Pemeliharaan Induk yang Baru Melahirkan


Induk yang baru melahirkan tetap dipelihara di kandang yang terpisah dari domba lainnya. hal ini bertujuan untuk menghindarkan kecelakaan seperti anakan terinjak atau terhimpit oleh domba dewasa lainnya.

Induk domba yang baru melahirkan juga membutuhkan pakan yang bernutrisi guna membantu menyediakan susu yang cukup untuk anakan domba tersebut. Pakan diberikan dengan komposisi rumput sebanyak 10% dari bobot domba dan diberikan tambahan konsentrat sebanyak 0,5 kg per harinya.

Pemberian minum juga penting untuk memnuhi kebutuhan cairan pada induk serta suppaya dapat menghasilkan susu dalam jumlah banyak dan cukup bagi anak domba.

Pemisahan anakan dengan indukan dapat dilakukan jika anak domba sudah berumur 1,5-2 bulan. Pemisahan ini bertujuan untuk merangsang domba supaya cepat berahi dan siap untuk bunting lagi.


Pemberian Pakan


Hijauan


Pemberian pakan hijauan untuk domba dapat diberikan dengan pemberian rumput sebanyak 4,5 kg atau 10% dari bobot domba per harinya. Pakan hijauan sebaiknya berupa rerumputan karena domba sebenarnya lebih menyukai rerumputan dibanding dedaunan.

Pakan Penguat atau Konsentrat


Pakan pengutan merupakan campuran bahan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk menunjang kebutuhan nutrisi domba per harinya. Konsentrat dapat dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan seperti bungkil kelapa, ampas tahu, dedak, jagung giling dan tepung ikan.

Garam


Pemberian garam dan mineral lain yang dibutuhkan domba adalah untuk mencukupi kebutuhan mineral dari domba. Pemberian garam sebagai mineral adalah sebanyak 7 g per ekor per harinya.


Perawatan Domba


Perawatan domba dilakukan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan domba supaya terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang domba. Berikut ini beberapa perawatan pada domba :


Memandikan domba


Domba dimandikan sebanyak satu kali dalam satu minggu. Cara memandikan domba yaitu dengan menggunakan air mengalir. Bulu domba juga bisa disikat dengan menggunakan sabun supaya bisa membunuh kuman dan kutu yang merugikan.

Memandikan domba sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga domba akan segera kering dan tidak kedinginan.

Mencukur Bulu Domba


ternak domba mencukur bulu

Bulu domba yang sudah terlalu tebal juga perlu dicukur. Hal ini bertujuan agar domba mudah dibersihkan dan tidak menjadi sarang penyakit yang merugikan domba. Bahkan di luar negeri domba secara rutin dicukur untuk diambil bulunya untuk digunakan sebagai bahan pembuat wol dan jaket.

Memotong Kuku


ternak domba pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan agar domba tidak kesulitan dalam berjalan. Pemotongan kuku juga harus memperhatikan tulang rawan yang tumbuh di dalam kuku. Jangan sampai memotong kuku terlalu pendek yang menyebabkan kuku terluka dan berdarah.

Pemotongan kuku juga untuk membersihkan kuku supaya tidak menjadi sarang penyakit bagi domba. Pemotongan kuku dapat menggunakan gunting atau pun pisau.

Kastrasi


Kastrasi dilakukan pada domba jantan yang ingin digemukkan. Hal ini biasa dilakukan di luar negeri. Jika di Indonesia sendiri sebaiknya tidak dilakukan hal demikian karena sebagian besar masyarakatnya adalah muslim.

Dengan tetap menjaga kesempurnaan domba dengan alat kelamin jantannya maka domba jantan dewasa pun akan layak jual sebagai hewan kurban. Salah satu syarat hewan kurban adalah hewan tersebut harus dalam kondisi tidak mengalami cacat fisik.

Di luar negeri, kastrasi memiliki tujuan untuk menghilangkan nafsu berahi domba jantan. Dengan dilakukan kastrasi maka tidak terjadi perkawinan sedarah secara sembarang di dalam kawanan. Selain itu domba jantan juga akan tumbuh dengan cepat dan gemuk.

Pemberian Tanda Pengenal


ternak domba tanda pengenal

Tanda pengenal pada domba dapat dipasang dengan angka atau pun huruf. Pemberian tanda pengenal supaya memudahkan kontrol domba tersebut. Denagn pemberian tanda ini maka kita akan dengan mudah mengetahui umur domba dan waktu kapan domba mengalami berahi dan siap kawin.

Pemberian tanda pengenal ini biasanya dipasang pada telinga dengan cara menindik telinga domba seperti halnya dilakukan pada sapi. cara lainnya adalah dengan pemberian tato pada telinga domba.

Demikian tulisan tentang Ternak Domba kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Jika memang ada, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih..

Tulisan lainnya : Cara beternak Kambing Etawa Lengkap








ternak domba


Ternakkambing.com | Ternak domba adalah suatu pilihan usaha yang tepat saat ini terutama di Indonesia. Ternak domba merupakan salah satu solusi untuk menyediakan sumber protein hewani selain daging sapi.

Betapa tidak? Coba kita bayangkan, harga daging sapi per kilogram bisa mencapai Rp 100.000,00 pada saat harga normal. Jika harga daging sedang naik maka bisa mencapai Rp 120.000,00 – Rp 130.000,00 per kilogram.

Sementara itu, harga daging kambing atau pun domba di pasaran hanya mencapai Rp 50.000,00 saja. Sedangkan ketersediaan daging kambing atau domba di pasaran sudah semakin sulit karena sangat sedikitnya masyarakat yang mau beternak kambing maupun domba.

Dengan demikian, sebenarnya pasar daging domba maupun kambing masih terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi peluang di tengah tingginya harga daging sapi di Indonesia. Masih mau mencoba untuk menjadi sukses? Baca terus tulisan ini!

Keunggulan Beternak Domba


Beternak domba saat ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ternak jenis hewan lainnya. berikut ini adalah keunggulan beternak domba saat ini terutama di Indonesia.

  • Peluang pasar terbuka lebar;
  • Mudah sekali beradaptas dengan cuaca di Indonesia;
  • Mampu bertahan dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah;
  • Sangat tahan terhadap perubahan cuaca;
  • Tahan terhadap berbagai penyakit ternak seperti kembung, mencret dan lain-lain;
  • Mampu beranak tiga kali dalam 2 tahun;
  • Mampu melahirkan anakan minimal dalam satu kali kelahiran;
  • Perawatannya mudah.

Jenis-jenis Domba di Indonesia


Ada beberapa jenis domba yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Berikut ini adalah jenis domba yang dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia :


Domba Garut


ternak domba garut/priangan

Domba garut adalah domba asli Indonesia yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba ini sering menjadi aduan karena memiliki leher yang kuat dan tanduk yang kuat.

Domba Ekor Kecil


ternak domba ekor tipis

Domba ekor kecil adalah jenis domba yang banyak berkembang di Indonesia terutama di daerah Jawa. domba ini memiliki tubuh yang kecil erta pertumbuhan yang lambat. Akan tetapi domba ini mampu melahirkan anak sebanyak 3 sampai 4 ekor dalam satu kali melahirkan.


Domba Ekor Gemuk


ternak domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk sebenarnya bukanlah domba asli Indonesia. Domba ekor gemuk berasal dari Australia. Domba ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada domba ekor tipis. Ciri khas yang dimiliki oleh domba ini adalah memiliki ekor yang besar akibat timbunan lemak yang banyak pada ekornya.

Domba Merino


ternak domba merino

Domba Merino merupakan domba yang didatangkan dari Australia dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas domba lokal di Indonesia. Domba Merino mampu tumbuh mencapai bobot 100 kg pada pejantan dewasa.

Perkembangbiakan Domba


Sama seperti mamalia lainnya, domba berkembang biak dengan cara melahirkan. Domba dapat dikawinkan apabila mencapai masa dewasa atau siap kawin. Ada banyak tanda yang bisa kita jumpai ketika domba masak usia atau siap kawin.

Masa Masak Seksual dan Berahi Domba Pertama


Waktu masak seksual domba ditandai dengan domba yang sudah mampu menghasilkan sel telur yang siap untuk dibuahi oleh pejantan. Betina domba yang sudah masak sel telurnya biasanya siap untuk dikawinkan.

Selain itu, ada juga kejadian domba yang mengalami keterlambatan masak reproduksinya karena beberapa hal seperti faktor genetik, lingkungan, iklim dan juga pakan serta pemeliharaan.

Berahi, Siklus, dan Ovulasi Pada Domba


ternak domba tanda berahi

Berahi Domba


Berahi adalah waktu dimana seekor domba mengalami hasrat untuk kawin karena dorongan hormon yang dihasilkan. Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering kita jumpai pada domba betina yang mengalami berahi :

  • Domba betina berahi biasanya mengalami kegelisahan atau ribut, sering mengembik-embik, dan selalu berusaha mencari pejantan;
  • Berahi juga ditandai pada domba betina yang sering menaiki domba lainnya walaupun itu adalah domba betina juga;
  • Domba mengalami kondisi sering kencing, sering mengibaskan ekornya, dan terkadang sering mengalami hilangnya nafsu makan;
  • Alat kelamin domba betina pada bagian vulva membesar, berwarna merah, dan terkadang berlendir.



Siklus Berahi Domba


Domba merupakan jenis hewan yang bersifat poliestrus, artinya hewan yang mengalami fase berahi secara rutin. Oleh karena itu domba dapat dikawinkan pada masa waktu tertentu yang bisa menghasilkan kebuntingan.

Biasanya domba mengalami siklus berahi selama 17 hari sekali dan akan terulang lagi. Atau terkadang juga domba dihitung siklus berahinya selama 15-20 hari sekali.

Ovulasi Domba


Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur atau ovum  dari indung telur (ovarium). Masa ovulasi domba terjadi selama 24 jam sampai 30 jam atau juga setelah dua hari waktu berahi berlangsung.

Pada waktu ini lah saat-saat yang tepat untuk mengawinkan domba karena pembuahan akan cepat berhasil. Jumlah ovum yang dilepaskan adalah sekitar 1-2 buah saja yaitu sel telur yang mengalami kondisi masak.

Lama Masa Berahi Domba

Lama berahi domba akan berlangsung selama 30-40 jam atau 1 hingga 2 hari saja. Di luar waktu ini domba betina tidak mau dikawinkan atau didekati domba jantan. Jika perkawinan terjadi di luar masa berahi maka besar kemungkinan tidak akan terjadi pembuahan yang artinya domba tidak akan bunting.

Mengawinkan Domba


Persiapan perkawinan domba


Pemeriksaan Induk yang Pernah Beranak


Induk yang beranak dapat dikawinkan setelah 60 hari pasca melahirkan. Setelah 60 hari pasca melahirkan, organ reproduksi sudah pulih dan siap untuk masa bunting berikutnya.

Oleh karena itu, perlakuan pencatatan kelahiran  sangat penting dalam mengoptimalkan pemeliharaan domba. Setelah 60 hari pasca melahirkan, peternak perlu sesering mungkin melakukan pemeriksaan berahi kambing.

Pemberian Pakan Bermutu


Pemberian pakan yang bermutu dengan jumlah nutrisi seimbang sesuai dengan kebutuhan domba sangatlah penting untuk menunjang kesehatan reproduksi domba. Pemebrian pakan berupa hijauan sebanyak 10% dari bobot tubuh per hari serta ditambah konsentrat sekitar 0,5 kg per ekor per harinya.

Pemotongan Bulu Domba


Pemotongan bulu domba baik pada betina maupun pejantan bertujuan untuk memperlancar proses perkawinan domba. Pemotongan bulu dilakukan terutama pada bagian sekitar alat kelamin domba supaya tidak menghalangi proses perkawinan.


Tata Cara Mengawinkan Domba


Domba betina yang sudah diperiksa kondisinya dan sudah diketahui mengalami berahi maka sebaiknya segera dikawinkan. Berikut ini prosedur mengawinkan domba :

  • Keluarkan domba betina yang mengalami berahi dari kandangnya dan pisahkan dari yang lain;
  • Berilah sedikit minum dan pakan konsentrat pada kambing betina untuk energi;
  • Masukkan domba betina pada kandang domba pejantan;
  • Jika domba betina masih sulit untuk menerima domba jantan maka usahakan domba betina tidak bergerak agar domba jantan mendekatinya perlahan;
  • Angkat dan tahan ekor domba betina ke atas supaya tidak menutupi kelamin domba betina;
  • Biarkan domba jantan mengawini domba betina sampai selesai;
  • Setelah dirasa proses perkawinan berhasil, maka kembalikan domba betina pada kandangnya;
  • Usahakan untuk mengawinkan domba betina selama tiga kali pada masa berahi.


Pemeriksaan Kebuntingan Domba


Pemeriksaan kebuntingan dilakukan untuk memastikan apakah perkawinan domba sudah terjadi pembuahan ataau belum. Pemeriksaan kebuntingan dapat dilakukan pada saat satu bulan setelah domba dikawinkan.


Ciri-ciri Kebuntingan pada Domba



  • Tidak terjadi siklus berahi lagi;
  • Domba terlihat lebih tenang dan tidak suka mengembik atau menaiki kawanannya;
  • Domba mengalami peningkatan nafsu makan;
  • Perut bagian kanan tampak membesar daripada sebelumnya;
  • Ambing terlihat lebih besar dan berkembang;
  • Pertumbuhan janin pada 100 hari pertama tampak lambat, akan tetapi tampak begitu cepat pada 6-8 minggu terakhir.


Kelahiran Domba


Domba mengalami masa bunting selama 144-152 hari. Peternak perlu menyiapkan beberapa hal untuk mempersiapkan kelahiran domba. Berikut ini adalah persiapan kelahiran domba :

Persiapan Kelahiran



  • Sebelum melahirkan, 1 atau dua hari sebelumnya domba perlu ditempatkan pada kandang terpisah dengan yang lain;
  • Bersihkan kandang dan usahakan agar kandang hangat serta diberikan jerami supaya empuk;
  • Jangan gembalakan induk saat mau melahirkan.


Tanda Domba Sudah Akan Melahirkan


ternak domba tanda kelahiran


  • Terlihat cekung pada bagian dekat pangkal ekor;
  • Perut terlihat seperti turun ke bawah;
  • Induk merasa gelisah dan menggaruk-garuk perutnya;
  • Kaki induk menendang-nendang serta sering mengembik;
  • Induk domba berbaring dengan kaki dilipat serta sering menoleh ke bagian belakan memperhatikan bagian belakang;
  • Keluar cairan berwarna bening dari vulva domba.


Proses Kelahiran Domba


Tanda-tanda anak domba akan segera lahir adalah keluarnya kantong yang berbentuk benjolan setengah bola berisi cairan. Jika sudah terlihat, tunggu sebentar sampai kaki anak domba terlihat. Tahapan berikutnya adalah dengan membantu menarik kaki anak domba secara perlahan sampai keluar bagian kepalanya dengan diikuti badan serta kaki belakangnya.

Membersihkan Anak Domba


Setelah anak domba keluar, maka coba tunggu sebentar dengan melihat apakah masih ada anak domba yang akan keluar. Biasanya domba mampu melahirkan dua sampai tiga ekor setiap kali melahirkan.

Setelah anak domba keluar, maka bersihkanlan bagian hidung anak domba menggunakan jari atau kain untuk membantu anak domba bisa bernafas. Biarkan indukan menjilati lendir yang ada pada tubuh anak domba.

Jika ari-ari domba sudah keluar, maka segeralah untuk menguburkan ari-ari tersebut supaya tidak dimakan oleh induk domba karena dapat menyebabkan keracunan.

Pemeliharaan Induk yang Baru Melahirkan


Induk yang baru melahirkan tetap dipelihara di kandang yang terpisah dari domba lainnya. hal ini bertujuan untuk menghindarkan kecelakaan seperti anakan terinjak atau terhimpit oleh domba dewasa lainnya.

Induk domba yang baru melahirkan juga membutuhkan pakan yang bernutrisi guna membantu menyediakan susu yang cukup untuk anakan domba tersebut. Pakan diberikan dengan komposisi rumput sebanyak 10% dari bobot domba dan diberikan tambahan konsentrat sebanyak 0,5 kg per harinya.

Pemberian minum juga penting untuk memnuhi kebutuhan cairan pada induk serta suppaya dapat menghasilkan susu dalam jumlah banyak dan cukup bagi anak domba.

Pemisahan anakan dengan indukan dapat dilakukan jika anak domba sudah berumur 1,5-2 bulan. Pemisahan ini bertujuan untuk merangsang domba supaya cepat berahi dan siap untuk bunting lagi.


Pemberian Pakan


Hijauan


Pemberian pakan hijauan untuk domba dapat diberikan dengan pemberian rumput sebanyak 4,5 kg atau 10% dari bobot domba per harinya. Pakan hijauan sebaiknya berupa rerumputan karena domba sebenarnya lebih menyukai rerumputan dibanding dedaunan.

Pakan Penguat atau Konsentrat


Pakan pengutan merupakan campuran bahan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk menunjang kebutuhan nutrisi domba per harinya. Konsentrat dapat dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan seperti bungkil kelapa, ampas tahu, dedak, jagung giling dan tepung ikan.

Garam


Pemberian garam dan mineral lain yang dibutuhkan domba adalah untuk mencukupi kebutuhan mineral dari domba. Pemberian garam sebagai mineral adalah sebanyak 7 g per ekor per harinya.


Perawatan Domba


Perawatan domba dilakukan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan domba supaya terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang domba. Berikut ini beberapa perawatan pada domba :


Memandikan domba


Domba dimandikan sebanyak satu kali dalam satu minggu. Cara memandikan domba yaitu dengan menggunakan air mengalir. Bulu domba juga bisa disikat dengan menggunakan sabun supaya bisa membunuh kuman dan kutu yang merugikan.

Memandikan domba sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga domba akan segera kering dan tidak kedinginan.

Mencukur Bulu Domba


ternak domba mencukur bulu

Bulu domba yang sudah terlalu tebal juga perlu dicukur. Hal ini bertujuan agar domba mudah dibersihkan dan tidak menjadi sarang penyakit yang merugikan domba. Bahkan di luar negeri domba secara rutin dicukur untuk diambil bulunya untuk digunakan sebagai bahan pembuat wol dan jaket.

Memotong Kuku


ternak domba pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan agar domba tidak kesulitan dalam berjalan. Pemotongan kuku juga harus memperhatikan tulang rawan yang tumbuh di dalam kuku. Jangan sampai memotong kuku terlalu pendek yang menyebabkan kuku terluka dan berdarah.

Pemotongan kuku juga untuk membersihkan kuku supaya tidak menjadi sarang penyakit bagi domba. Pemotongan kuku dapat menggunakan gunting atau pun pisau.

Kastrasi


Kastrasi dilakukan pada domba jantan yang ingin digemukkan. Hal ini biasa dilakukan di luar negeri. Jika di Indonesia sendiri sebaiknya tidak dilakukan hal demikian karena sebagian besar masyarakatnya adalah muslim.

Dengan tetap menjaga kesempurnaan domba dengan alat kelamin jantannya maka domba jantan dewasa pun akan layak jual sebagai hewan kurban. Salah satu syarat hewan kurban adalah hewan tersebut harus dalam kondisi tidak mengalami cacat fisik.

Di luar negeri, kastrasi memiliki tujuan untuk menghilangkan nafsu berahi domba jantan. Dengan dilakukan kastrasi maka tidak terjadi perkawinan sedarah secara sembarang di dalam kawanan. Selain itu domba jantan juga akan tumbuh dengan cepat dan gemuk.

Pemberian Tanda Pengenal


ternak domba tanda pengenal

Tanda pengenal pada domba dapat dipasang dengan angka atau pun huruf. Pemberian tanda pengenal supaya memudahkan kontrol domba tersebut. Denagn pemberian tanda ini maka kita akan dengan mudah mengetahui umur domba dan waktu kapan domba mengalami berahi dan siap kawin.

Pemberian tanda pengenal ini biasanya dipasang pada telinga dengan cara menindik telinga domba seperti halnya dilakukan pada sapi. cara lainnya adalah dengan pemberian tato pada telinga domba.

Demikian tulisan tentang Ternak Domba kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Jika memang ada, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih..

Tulisan lainnya : Cara beternak Kambing Etawa Lengkap








ternak domba


Ternakkambing.com | Ternak domba adalah suatu pilihan usaha yang tepat saat ini terutama di Indonesia. Ternak domba merupakan salah satu solusi untuk menyediakan sumber protein hewani selain daging sapi.

Betapa tidak? Coba kita bayangkan, harga daging sapi per kilogram bisa mencapai Rp 100.000,00 pada saat harga normal. Jika harga daging sedang naik maka bisa mencapai Rp 120.000,00 – Rp 130.000,00 per kilogram.

Sementara itu, harga daging kambing atau pun domba di pasaran hanya mencapai Rp 50.000,00 saja. Sedangkan ketersediaan daging kambing atau domba di pasaran sudah semakin sulit karena sangat sedikitnya masyarakat yang mau beternak kambing maupun domba.

Dengan demikian, sebenarnya pasar daging domba maupun kambing masih terbuka lebar. Hal ini bisa menjadi peluang di tengah tingginya harga daging sapi di Indonesia. Masih mau mencoba untuk menjadi sukses? Baca terus tulisan ini!

Keunggulan Beternak Domba


Beternak domba saat ini memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan ternak jenis hewan lainnya. berikut ini adalah keunggulan beternak domba saat ini terutama di Indonesia.

  • Peluang pasar terbuka lebar;
  • Mudah sekali beradaptas dengan cuaca di Indonesia;
  • Mampu bertahan dengan kondisi pakan yang berkualitas rendah;
  • Sangat tahan terhadap perubahan cuaca;
  • Tahan terhadap berbagai penyakit ternak seperti kembung, mencret dan lain-lain;
  • Mampu beranak tiga kali dalam 2 tahun;
  • Mampu melahirkan anakan minimal dalam satu kali kelahiran;
  • Perawatannya mudah.

Jenis-jenis Domba di Indonesia


Ada beberapa jenis domba yang sudah dibudidayakan di Indonesia. Berikut ini adalah jenis domba yang dibudidayakan oleh masyarakat di Indonesia :


Domba Garut


ternak domba garut/priangan

Domba garut adalah domba asli Indonesia yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba ini sering menjadi aduan karena memiliki leher yang kuat dan tanduk yang kuat.

Domba Ekor Kecil


ternak domba ekor tipis

Domba ekor kecil adalah jenis domba yang banyak berkembang di Indonesia terutama di daerah Jawa. domba ini memiliki tubuh yang kecil erta pertumbuhan yang lambat. Akan tetapi domba ini mampu melahirkan anak sebanyak 3 sampai 4 ekor dalam satu kali melahirkan.


Domba Ekor Gemuk


ternak domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk sebenarnya bukanlah domba asli Indonesia. Domba ekor gemuk berasal dari Australia. Domba ini memiliki ukuran yang lebih besar daripada domba ekor tipis. Ciri khas yang dimiliki oleh domba ini adalah memiliki ekor yang besar akibat timbunan lemak yang banyak pada ekornya.

Domba Merino


ternak domba merino

Domba Merino merupakan domba yang didatangkan dari Australia dengan tujuan untuk memperbaiki kualitas domba lokal di Indonesia. Domba Merino mampu tumbuh mencapai bobot 100 kg pada pejantan dewasa.

Perkembangbiakan Domba


Sama seperti mamalia lainnya, domba berkembang biak dengan cara melahirkan. Domba dapat dikawinkan apabila mencapai masa dewasa atau siap kawin. Ada banyak tanda yang bisa kita jumpai ketika domba masak usia atau siap kawin.

Masa Masak Seksual dan Berahi Domba Pertama


Waktu masak seksual domba ditandai dengan domba yang sudah mampu menghasilkan sel telur yang siap untuk dibuahi oleh pejantan. Betina domba yang sudah masak sel telurnya biasanya siap untuk dikawinkan.

Selain itu, ada juga kejadian domba yang mengalami keterlambatan masak reproduksinya karena beberapa hal seperti faktor genetik, lingkungan, iklim dan juga pakan serta pemeliharaan.

Berahi, Siklus, dan Ovulasi Pada Domba


ternak domba tanda berahi

Berahi Domba


Berahi adalah waktu dimana seekor domba mengalami hasrat untuk kawin karena dorongan hormon yang dihasilkan. Berikut ini adalah tanda-tanda yang sering kita jumpai pada domba betina yang mengalami berahi :

  • Domba betina berahi biasanya mengalami kegelisahan atau ribut, sering mengembik-embik, dan selalu berusaha mencari pejantan;
  • Berahi juga ditandai pada domba betina yang sering menaiki domba lainnya walaupun itu adalah domba betina juga;
  • Domba mengalami kondisi sering kencing, sering mengibaskan ekornya, dan terkadang sering mengalami hilangnya nafsu makan;
  • Alat kelamin domba betina pada bagian vulva membesar, berwarna merah, dan terkadang berlendir.



Siklus Berahi Domba


Domba merupakan jenis hewan yang bersifat poliestrus, artinya hewan yang mengalami fase berahi secara rutin. Oleh karena itu domba dapat dikawinkan pada masa waktu tertentu yang bisa menghasilkan kebuntingan.

Biasanya domba mengalami siklus berahi selama 17 hari sekali dan akan terulang lagi. Atau terkadang juga domba dihitung siklus berahinya selama 15-20 hari sekali.

Ovulasi Domba


Ovulasi adalah proses pelepasan sel telur atau ovum  dari indung telur (ovarium). Masa ovulasi domba terjadi selama 24 jam sampai 30 jam atau juga setelah dua hari waktu berahi berlangsung.

Pada waktu ini lah saat-saat yang tepat untuk mengawinkan domba karena pembuahan akan cepat berhasil. Jumlah ovum yang dilepaskan adalah sekitar 1-2 buah saja yaitu sel telur yang mengalami kondisi masak.

Lama Masa Berahi Domba

Lama berahi domba akan berlangsung selama 30-40 jam atau 1 hingga 2 hari saja. Di luar waktu ini domba betina tidak mau dikawinkan atau didekati domba jantan. Jika perkawinan terjadi di luar masa berahi maka besar kemungkinan tidak akan terjadi pembuahan yang artinya domba tidak akan bunting.

Mengawinkan Domba


Persiapan perkawinan domba


Pemeriksaan Induk yang Pernah Beranak


Induk yang beranak dapat dikawinkan setelah 60 hari pasca melahirkan. Setelah 60 hari pasca melahirkan, organ reproduksi sudah pulih dan siap untuk masa bunting berikutnya.

Oleh karena itu, perlakuan pencatatan kelahiran  sangat penting dalam mengoptimalkan pemeliharaan domba. Setelah 60 hari pasca melahirkan, peternak perlu sesering mungkin melakukan pemeriksaan berahi kambing.

Pemberian Pakan Bermutu


Pemberian pakan yang bermutu dengan jumlah nutrisi seimbang sesuai dengan kebutuhan domba sangatlah penting untuk menunjang kesehatan reproduksi domba. Pemebrian pakan berupa hijauan sebanyak 10% dari bobot tubuh per hari serta ditambah konsentrat sekitar 0,5 kg per ekor per harinya.

Pemotongan Bulu Domba


Pemotongan bulu domba baik pada betina maupun pejantan bertujuan untuk memperlancar proses perkawinan domba. Pemotongan bulu dilakukan terutama pada bagian sekitar alat kelamin domba supaya tidak menghalangi proses perkawinan.


Tata Cara Mengawinkan Domba


Domba betina yang sudah diperiksa kondisinya dan sudah diketahui mengalami berahi maka sebaiknya segera dikawinkan. Berikut ini prosedur mengawinkan domba :

  • Keluarkan domba betina yang mengalami berahi dari kandangnya dan pisahkan dari yang lain;
  • Berilah sedikit minum dan pakan konsentrat pada kambing betina untuk energi;
  • Masukkan domba betina pada kandang domba pejantan;
  • Jika domba betina masih sulit untuk menerima domba jantan maka usahakan domba betina tidak bergerak agar domba jantan mendekatinya perlahan;
  • Angkat dan tahan ekor domba betina ke atas supaya tidak menutupi kelamin domba betina;
  • Biarkan domba jantan mengawini domba betina sampai selesai;
  • Setelah dirasa proses perkawinan berhasil, maka kembalikan domba betina pada kandangnya;
  • Usahakan untuk mengawinkan domba betina selama tiga kali pada masa berahi.


Pemeriksaan Kebuntingan Domba


Pemeriksaan kebuntingan dilakukan untuk memastikan apakah perkawinan domba sudah terjadi pembuahan ataau belum. Pemeriksaan kebuntingan dapat dilakukan pada saat satu bulan setelah domba dikawinkan.


Ciri-ciri Kebuntingan pada Domba



  • Tidak terjadi siklus berahi lagi;
  • Domba terlihat lebih tenang dan tidak suka mengembik atau menaiki kawanannya;
  • Domba mengalami peningkatan nafsu makan;
  • Perut bagian kanan tampak membesar daripada sebelumnya;
  • Ambing terlihat lebih besar dan berkembang;
  • Pertumbuhan janin pada 100 hari pertama tampak lambat, akan tetapi tampak begitu cepat pada 6-8 minggu terakhir.


Kelahiran Domba


Domba mengalami masa bunting selama 144-152 hari. Peternak perlu menyiapkan beberapa hal untuk mempersiapkan kelahiran domba. Berikut ini adalah persiapan kelahiran domba :

Persiapan Kelahiran



  • Sebelum melahirkan, 1 atau dua hari sebelumnya domba perlu ditempatkan pada kandang terpisah dengan yang lain;
  • Bersihkan kandang dan usahakan agar kandang hangat serta diberikan jerami supaya empuk;
  • Jangan gembalakan induk saat mau melahirkan.


Tanda Domba Sudah Akan Melahirkan


ternak domba tanda kelahiran


  • Terlihat cekung pada bagian dekat pangkal ekor;
  • Perut terlihat seperti turun ke bawah;
  • Induk merasa gelisah dan menggaruk-garuk perutnya;
  • Kaki induk menendang-nendang serta sering mengembik;
  • Induk domba berbaring dengan kaki dilipat serta sering menoleh ke bagian belakan memperhatikan bagian belakang;
  • Keluar cairan berwarna bening dari vulva domba.


Proses Kelahiran Domba


Tanda-tanda anak domba akan segera lahir adalah keluarnya kantong yang berbentuk benjolan setengah bola berisi cairan. Jika sudah terlihat, tunggu sebentar sampai kaki anak domba terlihat. Tahapan berikutnya adalah dengan membantu menarik kaki anak domba secara perlahan sampai keluar bagian kepalanya dengan diikuti badan serta kaki belakangnya.

Membersihkan Anak Domba


Setelah anak domba keluar, maka coba tunggu sebentar dengan melihat apakah masih ada anak domba yang akan keluar. Biasanya domba mampu melahirkan dua sampai tiga ekor setiap kali melahirkan.

Setelah anak domba keluar, maka bersihkanlan bagian hidung anak domba menggunakan jari atau kain untuk membantu anak domba bisa bernafas. Biarkan indukan menjilati lendir yang ada pada tubuh anak domba.

Jika ari-ari domba sudah keluar, maka segeralah untuk menguburkan ari-ari tersebut supaya tidak dimakan oleh induk domba karena dapat menyebabkan keracunan.

Pemeliharaan Induk yang Baru Melahirkan


Induk yang baru melahirkan tetap dipelihara di kandang yang terpisah dari domba lainnya. hal ini bertujuan untuk menghindarkan kecelakaan seperti anakan terinjak atau terhimpit oleh domba dewasa lainnya.

Induk domba yang baru melahirkan juga membutuhkan pakan yang bernutrisi guna membantu menyediakan susu yang cukup untuk anakan domba tersebut. Pakan diberikan dengan komposisi rumput sebanyak 10% dari bobot domba dan diberikan tambahan konsentrat sebanyak 0,5 kg per harinya.

Pemberian minum juga penting untuk memnuhi kebutuhan cairan pada induk serta suppaya dapat menghasilkan susu dalam jumlah banyak dan cukup bagi anak domba.

Pemisahan anakan dengan indukan dapat dilakukan jika anak domba sudah berumur 1,5-2 bulan. Pemisahan ini bertujuan untuk merangsang domba supaya cepat berahi dan siap untuk bunting lagi.


Pemberian Pakan


Hijauan


Pemberian pakan hijauan untuk domba dapat diberikan dengan pemberian rumput sebanyak 4,5 kg atau 10% dari bobot domba per harinya. Pakan hijauan sebaiknya berupa rerumputan karena domba sebenarnya lebih menyukai rerumputan dibanding dedaunan.

Pakan Penguat atau Konsentrat


Pakan pengutan merupakan campuran bahan pakan yang memiliki kandungan nutrisi tinggi untuk menunjang kebutuhan nutrisi domba per harinya. Konsentrat dapat dibuat dengan mencampurkan bahan-bahan seperti bungkil kelapa, ampas tahu, dedak, jagung giling dan tepung ikan.

Garam


Pemberian garam dan mineral lain yang dibutuhkan domba adalah untuk mencukupi kebutuhan mineral dari domba. Pemberian garam sebagai mineral adalah sebanyak 7 g per ekor per harinya.


Perawatan Domba


Perawatan domba dilakukan untuk menjaga kebersihan serta kesehatan domba supaya terhindar dari berbagai penyakit yang dapat menyerang domba. Berikut ini beberapa perawatan pada domba :


Memandikan domba


Domba dimandikan sebanyak satu kali dalam satu minggu. Cara memandikan domba yaitu dengan menggunakan air mengalir. Bulu domba juga bisa disikat dengan menggunakan sabun supaya bisa membunuh kuman dan kutu yang merugikan.

Memandikan domba sebaiknya dilakukan pada saat cuaca cerah sehingga domba akan segera kering dan tidak kedinginan.

Mencukur Bulu Domba


ternak domba mencukur bulu

Bulu domba yang sudah terlalu tebal juga perlu dicukur. Hal ini bertujuan agar domba mudah dibersihkan dan tidak menjadi sarang penyakit yang merugikan domba. Bahkan di luar negeri domba secara rutin dicukur untuk diambil bulunya untuk digunakan sebagai bahan pembuat wol dan jaket.

Memotong Kuku


ternak domba pemotongan kuku

Pemotongan kuku dilakukan agar domba tidak kesulitan dalam berjalan. Pemotongan kuku juga harus memperhatikan tulang rawan yang tumbuh di dalam kuku. Jangan sampai memotong kuku terlalu pendek yang menyebabkan kuku terluka dan berdarah.

Pemotongan kuku juga untuk membersihkan kuku supaya tidak menjadi sarang penyakit bagi domba. Pemotongan kuku dapat menggunakan gunting atau pun pisau.

Kastrasi


Kastrasi dilakukan pada domba jantan yang ingin digemukkan. Hal ini biasa dilakukan di luar negeri. Jika di Indonesia sendiri sebaiknya tidak dilakukan hal demikian karena sebagian besar masyarakatnya adalah muslim.

Dengan tetap menjaga kesempurnaan domba dengan alat kelamin jantannya maka domba jantan dewasa pun akan layak jual sebagai hewan kurban. Salah satu syarat hewan kurban adalah hewan tersebut harus dalam kondisi tidak mengalami cacat fisik.

Di luar negeri, kastrasi memiliki tujuan untuk menghilangkan nafsu berahi domba jantan. Dengan dilakukan kastrasi maka tidak terjadi perkawinan sedarah secara sembarang di dalam kawanan. Selain itu domba jantan juga akan tumbuh dengan cepat dan gemuk.

Pemberian Tanda Pengenal


ternak domba tanda pengenal

Tanda pengenal pada domba dapat dipasang dengan angka atau pun huruf. Pemberian tanda pengenal supaya memudahkan kontrol domba tersebut. Denagn pemberian tanda ini maka kita akan dengan mudah mengetahui umur domba dan waktu kapan domba mengalami berahi dan siap kawin.

Pemberian tanda pengenal ini biasanya dipasang pada telinga dengan cara menindik telinga domba seperti halnya dilakukan pada sapi. cara lainnya adalah dengan pemberian tato pada telinga domba.

Demikian tulisan tentang Ternak Domba kali ini. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin ditanyakan?
Atau ada hal yang ingin disampaikan?
Jika memang ada, Anda bisa menuliskannya pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih..

Tulisan lainnya : Cara beternak Kambing Etawa Lengkap








29 Jenis Domba Di Dunia
Lihat Detail

29 Jenis Domba Di Dunia


Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles adalah jenis domba asli daerah Friesland bagian utara dari Netherlands. Domba ini merupakan jenis domba yang mampu memproduksi susu sebaik kambing perah per harinya.

jenis domba di dunia "domba zwartles"

Ciri-ciri Domba Zwartles

Berikut ini ciri-ciri domba Zwartles:

  • Memiliki bulu berwarna hitam atau coklat;

  • Memiliki garis putih pada bagian wajahnya;
  • Memiliki kaki yang pendek dan berwarna putih dan ujung ekor yang berwarna putih;
  • Domba jantan mampu tumbuh sampai 100 kg, sedangkan betina domba ini hanya mencapai 85 kg.


Domba Ryeland

Domba Ryeland adalah jenis domba tertua di Inggris. Domba ini dibawa ke Austria pada tahun 1919. Domba Ryeland mampu memproduksi bulu dengan kualitas baik sebaik domba Merino.

jenis domba di dunia "domba ryeland"

Ciri-ciri Domba Ryeland

Berikut ini ciri-ciri domba Ryeland:

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Mampu memproduksi wol dengan kualitas baik;

  • Bulu domba Ryeland mampu tumbuh mencapai 8-10 cm;
  • Domba ini mampu menghasilkan bulu domba sebanyak 2-3 kg.

Domba Beltex

Domba Beltex adalah jenis domba hasil persilangan dari domba Belgia dan Texel. Jenis domba ini dibentuk untuk tujuan menciptakan jenis domba yang memiliki fungsi dwiguna yakni menghasilkan daging dan bulu.

jenis domba di dunia "domba beltex"

Ciri-ciri Domba Beltex

Berikut ini ciri-ciri domba beltex:

  • Domba beltex memiliki kualitas daging dan bulu yang bagus;
  • Domba beltex memiliki bobot dewasa domba beltex 90 kg dan betina 70 kg;
  • Bulu domba beltex mampu tumbuh mencapai 60 cm saat dewasa;
  • Domba beltex memiliki tubuh yang bulat dan gempal serta memiliki otot-oto yang padat.

Demikianlah bahasan mengenai jenis-jenis domba. Semoga tulisan tentang Jenis Domba dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah ada hal yang ingin Sobat sampaikan atau pertanyakan?

Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah tulisan ini.
Terima kasih.



Ternakkambing.comJenis Domba | Jenis domba digolongkan menjadi dua yaitu jenis domba Indonesia dan jenis domba luar negeri. Jenis domba asli dari Indonesia adalah domba asli Indonesia atau dalam sebutan lainnya biasa disebut domba kampung atau domba lokal, domba ekor gemuk, dan domba priangan.

Sedangkan jenis domba luar negeri adalah domba merino, domba rambouillet, domba southdown, domba suffolk, dan domba dorset. Jenis-jenis domba ini memiliki keunggulan sendiri-sendiri. Untuk lebih jelasnya, mari kita bahas jenis domba tersebut satu persatu.

Jenis Domba Indonesia


Pada bahasan di bawah ini kita akan membahas mengenai ciri-ciri domba Indonesia yaitu domba kampung, domba ekor gemuk dan domba priangan.


Domba Asli Indonesia

Jenis domba asli Indonesia adalah jenis domba yang sudah banyak dibudidayakan oleh masyarakat Indonesia sejak ratusan tahun yang lalu. Domba asli Indonesia lebih sering dikenal sebagai domba lokal atau domba kampung.

jenis domba di Indonesia "domba lokal"


Ciri-ciri Domba Lokal

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba lokal atau domba kampung
  • Bertubuh kecil dan pertumbuhannya lambat;
  • Memiliki warna bulu dan tanda lain yang tidak seragam;

  • Persentase karkas domba lokal sangat rendah;
  • Bobot domba lokal dewasa hanya berkisar 30-35 kg, sedangkan domba betina hanya 20-25 kg per ekor;

  • Domba lokal mampu beranak kembar sampai 3 hingga 4 ekor dalam sekali melahirkan;
  • Domba lokal cenderung adaptif terhadap kondisi cuaca dan pakan yang buruk;
  • Domba lokal juga sangat adaptif terhadap penyakit di Indonesia.
Baca juga : Manfaat Kambing Bagi Manusia Lengkap


Domba Ekor Gemuk

Persebaran domba ekor gemuk banyak terdapat di daerah Jawa Timur, Lombok, Madura, dan Sulawesi. Domba ekor gemuk didatangkan oleh pedagang Arab pada abad ke-19.

jenis domba di Indonesia "domba ekor gemuk"


Ciri-ciri Domba Ekor Gemuk

  • Berikut ini adalah ciri-ciri domba ekor gemuk:
  • Memiliki tubuh yang besar dan tidak memiliki tanduk;
  • Warna bulu dominan putih;

  • Bobot jantan dewasa bisa mencapai 50 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 40 kg;
  • Memiliki ekor yang panjang dan besar pada bagian pangkal ekor serta menimbun lemak dalam jumlah banyak tetapi bagian ujung kecil dan tidak menimbun lemak.

  • Tinggi domba jantan dewasa dapat mencapai 60-65 cm, sedangkan betina dewasa mencapai 55-60 cm.

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba potong.

Domba Priangan

Domba Priangan lebih dikenel dengan sebutan domba Garut. Domba Priangan diperkirakan merupakan hasil perkawinan silang antara domba lokal, domba merino, dan domba ekor gemuk dari Afrika Selatan.

jenis domba di Indonesia "domba priangan"


Ciri-ciri Domba Priangan

  • Domba Priangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
  • Memiliki tubuh yang besar dan lebar;
  • Memiliki leher yang berotot dan kuat sehingga menjadikannya domba aduan;

  • Domba jantan memiliki bobot mencapai 60 kg, sedangkan betina dewasa mencapai 35 kg;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar dan melengkung melingkar ke belakang. Bentuk tanduk spiral dan antara tanduk kiri dan kanan hampir menyatu. Domba betina tidak memiliki tanduk;

  • Domba priangan memiliki bulu yang lebih panjang daripada domba lokal. Warna bulu beragam dari yang putih, coklat, hitam atau kombinasi dari warna tersebut.


Jenis Domba Luar Negeri


Beberapa jenis domba deri luar negeri didatangkan ke Indonesia. Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kualitas genetik domba yang ada di Indonesia. Berikut ini akan kita bahas mengenai jenis domba luar negeri.

Domba Merino

Domba Merino merupakan domba yang berasal dari daerah Asia kecil. Domba Merino awalnya berkembang di Spanyol dan menyebar ke wilayah Inggris dan Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol terbaik.

jenis domba di dunia "domba merino"


Ciri-ciri Domba Merino

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Merino:

  • Domba Merino memiliki bulu yang lebat dan merata hampir menutupi seluruh tubuh;
  • Warna bulu domba Merino adalah putih keabu-abuan;

  • Domba jantan memiliki tanduk yang panjang dan melingkar. Sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;
  • Domba merino memiliki ukuran tubuh yang besar. Bobot domba jantan bisa mencapai 70 kg sedangkan bobot domba betina bisa mencapai 45 kg.


Domba Rambouillet

Domba Rambouillet merupakan domba yang sudah lama dibudidayakan di Perancis. Domba Rambouillet telah mengalami perubahan bentuk. Domba ini lebh dikenal sebagai domba Merino Perancis. Domba Rambouillet merupakan jenis domba tipe dwiguna.

jenis domba di dunia "domba rambouillet"


Ciri-ciri Domba Rambouillet

  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Rambouillet:
  • Domba Rambouillet memiliki tubuh yang besar dan juga lebar;
  • Memiliki otot-otot yang padat dan tulang-tulang yang kuat;

  • Domba Rambouillet memiliki kepala yang tegak;
  • Domba jantan memiliki tanduk yang besar, sedangkan domba betina tidak memiliki tanduk;


Domba Southdown

Domba Sothdown berasal dari Inggris dan merupakan jenis domba bertipe pedaging.

jenis domba di dunia "domba southdown"


Ciri-ciri Domba Southdown
  • Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Southdown:
  • Domba Southdown memiliki tubuh yang kecil dan juga lebar;
  • Domba Southdown memiliki daging yang padat dan berkaki pendek;

  • Memiliki garis punggung yang lurus, berleher pendek dan tebal;
  • Domba in juga memiliki telinga yang pendek dan berujung bulat;
  • Warna bulu ada yang putih, hitam, coklat atau kombinasi antar warna bulu tersebut;

  • Domba ini tidak memiliki tanduk baik pada domba jantan maupun domba betina.


Domba Suffolk

Domba Suffolk merupakan jenis domba yang berasal dari Inggris. Domba ini diperkirakan masuk ke Indonesia pada tahun 1975 dari Australia. Domba Suffolk merupakan jenis domba tipe pedaging dan juga penghasil wol yang memiliki mutu sedang.

jenis domba di dunia "domba suffolk"


Ciri-ciri Domba Suffolk

Domba Suffolk memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:
  • Memiliki tubuh yang besar dan bobot yang tinggi. Bobot pejantan dewasa bisa mencapai 60 kg lebih;
  • Warna pada muka dan kaki domba Suffolk hitam;

  • Memiliki kaki-kaki yang pendek;
  • Domba ini memiliki warna yang beragam dari putih, hitam, coklat dan ca,puran antara warna tersebut.


Domba Dorset

Domba Dorset berasal dari Inggris. Domba Dorset dibawa masuk ke Indonesia melalui Australia. Domba ini merupakan jenis domba tipe dwiguna. Domba ini mampu menghasilkan wol dan daging dengan baik.

jenis domba di dunia "domba dorset"


Ciri-ciri Domba Dorset

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba dorset:
  • Memiliki tubuh yang panjang dan lebar serta kaki yang pendek;
  • Terlihat bulat jika kita amati dari belakang;

  • Memiliki otot yang padat dan berisi;
  • Memiliki bobot tubuh yang tinggi yaitu bobot jantan mencapai lebih dari 100 kg, sedangkan betina mencapai 80 kg.

  • Ada kelompok jantan dan betina yang bertanduk dan ada juga kelompok jantan dan betina tidak bertanduk.


Bighorn Sheep

Bighorn Sheep merupakan jenis domba yang banyak berkembang di Amerika Utara dan Siberia. Domba ini merupakan jenis domba bertipe pedaging. Domba ini juga memiliki tanduk yang besar.



Ciri-ciri Domba Bighoern Sheep

Berikut ini ciri-ciri domba Boghoern Sheep:
  • Memiliki tanduk yang sangat besar melingkar. Berat tanduk bisa mencapai 14 kg;
  • Warna bulu bervariasi coklat tua dan keabu-abuan;
  • Doba ini bisa mencapai bobot yang sangat tinggi. Bobot pejantan domba ini bisa mencapai 135 kg, sedangkan bobot betina bisa mencapai 90 kg.


Domba Argali

Domba Argali merupakan jenis domba terbesar di dunia. Panjang domba ini bisa mencapai 130-195 cm. Domba Argali banyak tersebar di daerah Asia Tengah.

jenis domba terbesar "domba argali"


Ciri-ciri Domba Argali

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Argali:
  • Memiliki Panjang tubuh pada domba jantan bisa mencapai 130-195 cm;
  • Memilikki tinggi gumba mencapai 90-120 cm;

  • Memiliki bobot tubuh yang sangat tinggi. Bobot tubuh domba jantanantar 70-165 kg;
  • Memiliki warna bulu yang bervariasi mulai dari kuing muda sampai kelabu coklat tua;
  • Kepala domba Argali tampak kecil karena memiliki tanduk yang besar;
  • Memiliki tanduk besar dengan ukuran panjang bisa mencapai 190 cm dan berpilin.


Domba Thinhorn Sheep

Domba Thinhorn Sheep merupakan domba liar yang hidup di pegunungan Alaska subartic. Daerah persebarannya adalah Yukon dan Columbia Britania Utara.

jenis domba di dunia "domba thinhorn"


Ciri-ciri Domba Thinhorn Sheep

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Thinhorn Sheep:
  • Memiliki warna bulu putih atau coklat;
  • Memiliki tanduk yang tipis berbentuk melingkar dan berwarna kekuningan;
  • Domba jantan dan betina sama-sama memiliki tanduk.


Domba Urial

Domba Urial merupakan jenis domba yang tersebar di Asia Tengah. Domba Urial sering dikenal dengan nama Shapo atau Arkhar. Domba ini ditemukan di bagian utara Iran dan Kazakstan, Balochstan dan juga Ladakh. Domba Urial juga bisa dijumpai di Kashmir, Pakistan, Tajikistan, Turkmenistan dan juga Uzbekistan.

jenis domba di dunia "domba urial"


Domba ini dapat hidup di wilayah dengan kondisi rumput sedang hingga kondisi kering atau sangat gersang. Jenis domba ini sering hidup di padang rumput, tetapi dapat juga ditemukan di hutan.

Domba Urial ini lebih menyukai rerumputan tetapi terkadang domba ini juga memakan dedaunan dan biji-bijian.

Ciri-ciri Domba Urial

Berikut ini ciri-ciri domba urial:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Warna bulu umumnya coklat kemerah-merahan, tetapi akan emudar saat musim dingin;
  • Pejantan domba ini memiliki ciri lingkar hitam dari leher ke dada;
  • Pejantan memiliki tanduk yang besar dan panjang serta melengkung melingkar;

  • Janggut domba ini berwarna putih;
  • Panjang tanduk bisa mencapai 100 cm;
  • Domba urial memiliki tinggi pundak antara 80-90 cm;
  • Bobot hidup domba ini sekitar 50 kg.


Domba Mouflon

Domba Mouflon adalah jenis domba yang banyak ditemui di daerah Kaukasus dan bagian Utara Irak. Jenis domba ini juga dapat ditemui di daerah Irak. Pertama kali jenis domba ini ditemukan di daerah  pulau Corsica, Sardinia, Rhodes, dan Cyprus.

jenis domba di dunia "domba mouflon"


Ciri-ciri Domba Mouflon

Berikut ini ciri-ciri domba Mouflon:

  • Memiliki warna bulu merah coklat. Terdapat warna gelap di sepanjang punggung;
  • Pada bagian perut dan separuh kakinya berwarna putih;

  • Moncong domba mouflon berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan panjangnya bisa mencapai 64 cm;
  • Memiliki bobot tubuh yang sedang sebesar 25-55 kg;
  • Panjang tubuh domba ini bisa mencapai 1,2 m;
  • Tinggi gumba domba ini mencapai 60-120 cm;

Domba ini menyukai rerumputan maupun dedaunan semak. Umumnya domba ini diternak untuk diambil bulunya.


Domba Texel

Domba Texel adalah jenis domba yang berasal dari Pulau Texel, Belanda. Domba Texel juga sudah dapat dijumpai di Indonesia yakni di daerah Dataran Tinggi Dieng dan Wonosobo. Domba Texel merupakan jenis domba yang sangat jinak. Bahkan saat ada orang yang mencoba mendekati, domba ini tidak akan menjauh.

jenis domba di dunia "domba texel"

Ciri-ciri Domba texel

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Texel:

  • Memiliki bulu yang halus dan keriting;
  • Memiliki leher yang panjang;

  • Memiliki ekor yang berukuran kecil;
  • Memiliki bobot hidup jantan dewasa mencapai 100 kg, sedangkan bobot hodup betina hanya sekitar 80 kg.

Domba ini merupakan jenis domba bertipe dwiguna yang berarti dapat menghasilkan bulu dan daging dengan kualitas baik.


Domba Ouessant (Ushant)

Domba Ushant adalah jenis domba yang banyak ditemukan di pulau Ouessant, bagian dari Britania. Domba ini merupakan satu-satunya jenis domba yang berekor pendek. Beberapa jenis domba yang mirip dengan domba Ushant juga ditemukan di Britania besar, Scandinavia dan juga Jerman.

jenis domba di dunia "domba ouessant"
Domba ini merupakan salah satu jenis domba terkecil di dunia karena tinggi gumba hanya mencapai 49 cm.

Ciri-ciri Domba Ouessant

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Ouessant:

  • Memiliki tinggi gumba sebesar 49 cm;
  • Memiliki panjang punggung sekitar 45 cm;

  • Warna bulu domba ini pada umumnya adalah hotam atau coklat gelap, tetapi juga ada beberapa berwarna putih;
  • Memiliki tanduk yang besar dan melingkar;

  • Biasanya, domba Ushant dapat melahirkan anak kembar. Kambing ushant merupakan tipe domba untuk produksi wol.


Domba Kamerun

Domba kamerun merupakan jenis domba yanng banyak dibudidayakan dari daerah Afrika Barat. Domba kamerun merupakan domba tipe penghasil bulu.

jenis domba di dunia "domba kamerun"


Ciri-ciri Domba Kamerun

Domba kamerun memiliki ciri-ciri:

  • Memiliki bulu yang panjang;
  • Pada umumnya berwarna coklat dengan variasi hitam pada kepala dan kaki;
  • Bobot domba ini mencapai 25-35 kg.


Domba Soay

Domba Soay merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di daerah Pulau Soay, St Kilda bagian barat Scotlandia. Domba Soay memiliki tanduk.

jenis domba di dunia "domba soay"

Ciri-ciri Domba Soay

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Soay:

  • Domba soay memiliki tanduk terutama pejantan;
  • Memiliki bulu berwarna hitam, coklat, dan percampuran antara warna hitam, coklat dan putih;
  • Memiliki bulu yang lebat dan mampu memproduksi bulu mencapai satu kilogram per tahun;
  • Mampu bertahan pada kondisi cuaca penuh hujan dan kondisi cuaca kering.


Domba Skudden

Domba Skudden merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Estonia, Jerman, Latvia, Lithuania dan Switzerland. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang dapat dimanfaatkan bulu dan juga dagingnya.

jenis domba di dunia "domba skudden"

Ciri-ciri Domba Skudden

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Skudden:

  • Memiliki tanduk sedang dan berukuran panjang serta berbentuk melingkar;
  • Memiliki warna bulu putih, hitam, coklat atau keabu-abuan;

  • Pejantan domba Skudden memiliki bobot tubuh sebesar 35 kg sampai 50 kg;
  • Betina domba skudden memiliki bobot tubuh sebesar 24 kg sampai 40 kg;
  • Baik betina maupun pejantan sama-sama memiliki tanduk.


Domba Shropshire

Domba Shropshire merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di lembah Shropshire dan Stanford utara, Inggris pada tahun 1840. Domba ini merupakan tipe domba dwiguna yang mampu memproduksi daging dan juga wol dengan sangat baik.

jenis domba di dunia "domba shropshire"

Pada tahun 1855, domba ini pertama kali diimpor ke Virginia dan dikembangkan untuk mendapatkan daging.

Ciri-ciri Domba Shropshire

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Shropshire:

  • Memiliki tanduk yang pendek;
  • Memiliki bulu yang tebal dan halus;
  • Warna bulu dominan putih dengan warna pada muka yang hitam;

  • Memiliki jumlah otot yang padat serta gempal;
  • Mampu tumbuh mencapai bobot 65 kg pada pejantan dan 50 kg pada betina.


Domba East Friesian

Domba East Friesian merupakan jenis domba yang banyak ditemukan di Frisia Timur di bagian utara Jerman. Domba ini merupakan jenis domba terbaik yang mampu menghasilkan susu dalam jumlah paling banyak dibandingkan jenis domba lainnya.

jenis domba di dunia "domba east friesian"

Ciri-ciri Domba East Friesian

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba East Friesian:

  • Memiliki muka dengan hidung yang berwarna pink;
  • Kepala dan kakinya tanpa ditumbuhi bulu;
  • Tidak memiliki tanduk baik betina maupun pejantan;
Baca juga : Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap
  • Memiliki panjang tubuh antara 120-160 cm;
  • Mampu memproduksi bulu sebanyak 4-5 kg per ekor per tahun;
  • Domba ini mampu memproduksi susu sampai 900 liter dalam satu kali masa laktasi;
  • Masa laktasi domba ini adalah selama 200-300 hari.


Domba Alpines Steinschaf

Domba Alpin steinscaf merupakan domba yang banyak ditemukan di baguan timur Alpin, Austria dan bagian Selatan Jerman. Domba jenis ini dimanfaatan sebagai penghasil daging, wol dan juga pengendali vegetasi rumput.

jenis domba di dunia "domba alpines steinschaf"

Ciri-ciri Domba Steinscaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Steinscaf:

  • Memiliki tanduk yang kecil dan pendek pada pejantan domba;
  • Memiliki bobot yang cukup tinggi yaitu pada pejantan domba mencapai bobot 55-80 kg, sedangan pada domba betina antara 40-60 kg;

  • Domba ini memiliki warna bulu yang beraneka ragam, ada yang putih, hitam, coklat ataupun kombinasi dari warna-warna tersebut;
  • Domba ini memiliki muka dan telinga yang berwarna hitam ataupun gelap.


Domba Coburger Fuchsschaf

Domba Coburger Fuchschaf merupakan jenis domba yag banyak dibudidayakan di Jerman. Ciri umum yang nampak pada domba ini adalah warna bulunya yang coklat di seluruh tubuhnya.

jenis domba di dunia "domba coburger fuchsschaf"

Ciri-ciri Domba Coburger Fuchsschaf

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Coburger Fuchsschaf:

  • Memiliki warna ulu yang didominasi oleh warna coklat;
  • Memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi yakni bobot pjentan mencapai 100 kg dan bobot betina mencapai 75 kg;

  • Tidak memiliki tanduk baik pejantan maupun betina;
  • Memiliki telinga yang panjang;
  • Kepala terlihat datar dengan bentuk hidung yang cantik;
  • Mampu memproduksi wol sebanyak 4-5 kg per ekor pertahun.

Domba Tiroler Bergschaf

Domba Tiroler Bergschaf merupakan jenis domba yang banyak ditemukan dan dibudidayakan di bagian Austria dan Italy. Nama lain dari domba ini adalah domba gunung Tirolian. Domba ini juga merupakan jenis domba dwiguna.


jenis domba di dunia "domba tiroler bergschaf"

Ciri-ciri Domba Tiroler Bergschaf

Berikut ini ciri-ciri domba Tiroler Bergscaf:

  • Memiliki warna bulu dominan putih;
  • Memiliki bobot tubuh hidup yang tinggi, yakni bobot pejantan mencapai 80-120 kg. Sedangkan bobot betina mencapai 70-100 kg.


Domba Jacob

Domba Jacob merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di British. Domba ini memiliki ciri-ciri yang tidak biasa ditemukan pada jenis domba lainnya. domba ini memiliki jumlah tanduk yang lebih dari dua. Rata-rata jumlah tanduk domba ini ada empat.

jenis domba di dunia "domba jacob"

Ciri-ciri Domba Jacob

Berikut ini ciri-ciri domba jacob:

  • Memiliki bulu yang berwarna hitam dengan kombinasi warna putih;
  • Memiliki tanduk yang lebih dari dua, biasanya empat buah;

  • Memiliki muka yang rata dan datar serta berwarna hitam;
  • Memiliki berat yang sedang yakni berat domba pejantan mencapai 54-82 kg. Sedangkan berat betinanya mencapai 36-54 kg;
  • Panjang tanduk utama yang tumbuh di atas dahi bisa mencapai 64 cm.


Domba Romanov

Domba romanov merupakan jenis domba yang banyak dibudidayakan di Volga, Russia. Nama romanov diambil dari nama kota di Rusia. Pada abad ke 18, domba ini banyak diimpor negara jerman dan Perancis. Domba ini dikembangbiakkan dengan tujuan untuk memperoleh daging.

jenis domba di dunia "domba romanov"

Ciri-ciri domba Romanov

Berikut ini merupakan ciri-ciri yang dimiliki domba Romanov:

  • Memiliki ekor yang pendek;
  • Memiliki warna yang dominan hitam di seluruh bagian tubuh saat baru lahir;
  • Setelah tumbuh dewasa warna kemudian berubah menjadi keabu-abuan;

  • Rata-rata domba ni mampu tumbuh mencapai 55-80 kg untuk pejantan dan 40-50 kg pada betina domba ini;
  • Pada usia 3-4 bulan, domba ini sudah mencapai usia matang dan siap dikawinkan.


Domba Valais Blacknose

Domba Valais Blacknose merupakan jenis domba yang memiliki ciri khas hidung dan muka yang berwarna hitam. Jenis domba ini banyak dibudidayakan di Jerman. Tujuan pembudidayaan jenis domba ini adalah sebagai penghasil wol dan juga daging.


jenis domba di dunia "domba valais blacknose"

Ciri-ciri Domba Valais Blacknose

Berikut ini merupakan ciri-ciri domba Valais Blacknose:

  • Memiliki warna bulu putih dengan warna muka dan hidung hitam;

  • Memiliki bobot tubuh yang dapat mencapai 80-130 kg pada pejantan dan 70-90 kg pada betina.
  • Tinggi betina bisa mencapai 78 cm dan pejantan bisa mencapai 83 cm.


Domba Kerry Hill

Domba Kerry Hill adalah jenis domba yang dikembangbiakkan di daerah Pows di Wales. Domba Kerry Hill memiliki campuran warna yang unik. Pada bagian muka nya memiliki warna putih, sedangkan pada bagian mulut, telinga dan matanya memiliki warna hitam.

jenis domba di dunia "domba kerry hill"

Domba jantan maupun betina sama-sama tidak memiliki tanduk. Pada abad ke 19 domba ini didistribusikan ke Inggris, Irlandia, Belanda, Jerman dan Denmark.

Ciri-ciri Domba Kerry Hill

Berikut ini ciri-ciri domba kerry hill:

  • Domba kerry memiliki warna bulu putih seluruh tubuh;
  • Pada bagian wajah berwarna putih, tetapi terdapat warna khas hitam di bagian mata, mulut dan telinga;

  • Domba ini memiliki bobot sebesar 55-65 kg;
  • Betina domba ini terlihat jinak dan memiliki bobot sekitar 54-56 kg;
  • Domba ini bisa menghasilkan bulu sampai berukuran 10 cm dan 2,75 kg per tahun.


Domba Zwartles

Domba Zwartles a