Penggemukan Domba Jantan

Penggemukan Domba di Indonesia


penggemukan domba jantan

Ternakkambing.com | Penggemukan domba merupakan usaha yang memiliki prospek yang cukup bagus saat ini. Penggemukan domba bisa menjadi alternatif usaha rakyat terutama di kampung. Hal ini disebabkan karena domba dapat menggantikan kambing dan juga sapi sebagai penghasil daging, maupun digunakan sebagai hewan kurban dan pengganti kambing akikah.
Baca juga : Ternak Domba “Keunggulan dan Cara Ternak Domba”

Di dalam tulisan ini, mari kita bahas secara detail tentang cara penggemukan domba jantan. Sebelum membahas lebih jauh, ada satu pertanyaan. Mengapa domba jantan?

Kelebihan Domba Jantan


Domba jantan memiliki kelebihan dibanding dengan domba betina :

  • Domba jantan mampu untuk tumbuh lebih cepat dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki rata-rata bobot tubuh lebih tinggi dibandingkan dengan domba betina;
  • Domba jantan memiliki persentase daging lebih banyak dibanding domba betina;


Tahapan Penggemukan Domba Jantan


Untuk memulai penggemukan domba jantan, berikut ini tahapan-tahapan yang perlu dilakukan oleh para peternak :

Pemilihan Bakalan Domba

Untuk memilih bakalan domba, ada dua hal yang harus diperhatikan secara garis besar yaitu terkait dengan jenis domba dan kondisi domba pejantan yang akan kita gemukkan.


Jenis Domba

Di dunia, ada lebih dari 25 jenis domba. Akan tetapi, di Indonesia baru ada beberapa jenis domba yang mungkin tidak lebih dari 10 jenis saat ini. Jenis domba yang baik untuk dilakukan penggemukan adalah sebagai berikut :

Domba Ekor Gemuk

penggemukan domba ekor gemuk

Domba ekor gemuk merupakan jenis domba yang masuk ke Indonesia sekitar abad ke-19 yang dibawa oleh para pedagang Arab. Domba ekor gemuk banyak tersebar di daerah Jawa Timur, Lombok dan Sulawesi.

Domba ekor gemuk lebih unggul jika dibandingkan dengan domba lokal. Domba ekor gemuk mampu tumbuh mencapai 50 kg pada pejantan dewasa. Domba ekor gemuk memiliki ciri-ciri yang khas yaitu ekor yang gemuk. Domba ekor gemuk juga tidak memiliki tanduk dan memiliki bulu berwarna putih.

Domba Garut

Penggemukan domba pejantan Garut

Domba garut atau domba priangan merupakan domba yang banyak dibudidayakan di daerah Garut, Jawa Barat. Domba garut memiliki tubuh yang cukup besar. Pejantan domba garut mampu tumbuh  mencapai 60 kg.

Domba Merino

penggemukan domba merino jantan

Domba Merino merupakan jenis domba yang asli berasal dari Inggris yang didatangkan dari Australia. Domba Merino merupakan jenis domba penghasil wol. Namun, pejantan domba merino mampu tumbuh mencapai bobot 70kg.

Domba merino dijadikan sebagai domba pedaging di Indonesia karena memiliki bobot yang cukup tiggi.

Ketiga jenis domba inilah yang saat ini sedang populer untuk dibudidayakn di ndonesia karena memiliki bobot tubuh yang cukup tinggi.

Kondisi Domba


Beberapa ha yang harus diperhatikan untuk memilih domba pejantan yang akan digemukkan adalah :

  • Sehat, ditandai dengan mata bersinar dan bening serta bulu tidak kusam;
  • Tidak cacat dan semua organ tubuh lengkap;
  • Berumur sekitar 6-8 bulan;
  • Memiliki sifat yang tenang;
  • Harga murah dan masih terjangkau di pasaran.


Pencegahan Penyakit dan Vaksinasi


Domba jantan yang baru kita beli atau kita datangkan, sebaiknya jangan langsung dikandangkan bersama dengan domba yang lain. Beberapa hal yang harus dilakukan setelah domba didatangkan adalah :

Karantina

Domba yang baru didatangkan sebaiknya dikarantina terlebih dahulu untuk menghindarkan penularan penyakit kepada domba lainnya. hal ini juga bertujuan untuk memberikan waktu kepada domba supaya tidak dalam kondisi stres. Domba dikarantina kurang lebih selama 1 minggu sampai 2 minggu.


Pemberian Vaksin dan Vitamin

Selama dikarantina, domba tetap diberikan makanan berupa rumput dan konsentrat. Selain itu, domba diberikan vaksin berupa obat cacing, vaksin penyakit berbahaya, dan pemberian vitamin B kompleks.


Pemberian Pakan penggemukan Domba

Domba yang digemukkan rata-rata berusia mulai dari 6-10 bulan. Untuk memperbaiki bobot tubuh dan kualitas daging domba, maka diperlukan pemberian pakan yang teratur dan bernutrisi. Berikut ini komposisi pakan yang dapat diberikan dalam menggemukkan domba :

  • Rumput hijau diberikan minimal 10 persen dari total bobot domba;
  • Konsentrat diberikan 0,5 kg per ekor per hari yang diberikan pada sore hari sekitar pukul 17.00;
  • Selain diberikan tambahan konsentrat, domba juga diberikan pakan tambahan berupa ampas tahu pada pagi dan sore hari sebanyak 0,5 kg.


Pemberian pakan dengan standar seperti di atas dilakukan selama masa satu bulan sampai domba beradaptasi. Pemberian pakan hijauan berupa rumput dapat digantikan dengan jerami fermentasi maupun dengan rumput fermentasi.

Akan tetapi, jangan berikan fermentasi jerami sebelum masa satu bulan pola pemberian pakan selesai.


Pemberian Mineral

Tidak semua mineral yang dibutuhkan domba tersedia pada pakan dan konsentrat. Oleh karena itu sangat penting bagi kita untuk memberikan mineral tambahan bagi domba supaya dapat tumbuh dengan baik.

Mineral yang dapat diberikan pada domba saat dilakukan penggemukan adalah berupa garam dan urea. Pemberian garam dan urea bisa diberikan secara langsung maupun dicampurkan ke dalam air minum domba.

Kandang

Kandang Penggemukan Domba Jantan

Untuk menggemukan domba, kondisi dan perawatan juga sangat diperlukan. Jenis kandang yang bisa digunakan untuk melakukan penggemukan bisa kandang baterei maupun kandang koloni.

Akan tetapi, jika tujuanya adalah penggemukan domba, maka kandang baterei lebih baik daripada kandang koloni. Hal ini disebabkan karena kandang baterei memungkinkan domba lebih sedikit bergerak sehingga energinya tidak terbuang percuma dan akan menjadi otot atau daging.

Jenis kandang sebaiknya berupa panggung. hal ini disebabkan karena untuk menghindarkan domba dari berbagai penyakit yang disebabkan oleh cacing dan bakteri lain yang suka bersarang dalam tanah.

atap kandang domba sebaiknya terbuat dari bahan yang tidak menimbulkan panas yang tinggi. Sebaiknya digunakan atap yang ringan dan tidak terlalu panas seperti asbes.

Pengobatan Penyakit

Banyak penyakit yang sering terjadi dan menyerang domba walaupun kemungkinan terjadinya lebih kecil dibandingkan dengan kambing.

Beberapa penyakit yang kerap kali terjadi pada penggemukan domba jantan adalah :

Cacingan

Penyakit cacingan biasanya terjadi karena kondisi pakan yang terpapar tanah dan mengandung telur cacing. Untuk mengobati cacingan dapat diberikan obat Pitazole. Pemberian Pitazole dilakukan sebanyak sat kali setiap tiga bulan.

Mencret

Domba juga bisa mengalami sakit mencret. Dalam penggemukan domba jantan yang kurang memperhatikan kebersihan seringkali terjadi penyakit mencret.

Penyakit mencret yang menyerang domba pejantan biasanya karena rumput terlalu basah atau terlalu muda, perubahan cuaca, dan infeksi yang menyerang organ pencernaan domba melalui pakan yang diberikan.

Untuk mengobati mencret pada domba dapat diberikan daun jambu biji atau pun diberikan obat mencret seperti diapet atau entrostop.

Masuk Angin atau Kembung Perut

Masuk angin atau kembung perut juga sering menyerang domba pejantan. Pada penggemukan domba pejantan yang terlalu sering menggunakan pakan hiajuan terlalu muda dan basah biasanya dapat menyebabkan  domba kembung.

Selain itu, pemberian pakan yang terlalu banyak mengandung konsentrat dan tanin juga menyebabkan domba mengalami kembung.

Untuk mengatasi kembung kambing maka sebaiknya menghindari pakan yang terlalu banyak mengandung tanin. Selain itu, lakukanlah pijat pada domba yang mengalami kembung perut dengan menggunakan minyak angin.

Berikanlah soda, telur ayam dan minyak goreng setengah gelas supaya angin dapat keluar. Ajak domba untuk berjalan-jalan supaya angin atau gas yang tertimbun bisa bergerak dan keluar.

Pemanenan atau Penjualan

Pemanenan dan penjualan domba sebaiknya melihat waktu dan kondisi di masyarakat saat itu. Lebih baik jika emanenan dan penjualan mendekati hari raya terutama hari raya kurban karena harga domba akan lebih tinggi daripada hari biasa.

Penjualan bisa dilakukan di pasar tradisional atau pun melalui media sosial, internet atau melalui eksportir. Saat ini kebutuhan domba dan kambing di daerah Timur Tengah terus meningkat. Tentunya ini menjadi peluang tersendiri untuk memperluas pemasaran domba pejantan.

Harga domba dihitung dengan berdasarkan pada bobot per kilonya. Harga domba per kg dalam kondisi hidup adalah Rp 20.000,- sampai Rp 30.000,-.

Demikianlah uraian tentang Penggemukan Domba Pejantan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Apakah masih ada yang ingin ditanyakan?
Atau ada beberapa masukan?
Jika ada, silahkan tulis pada kolom komentar di bawah ini.
Terima kasih...

Tulisan lainnya :Ternak Kambing Etawa Kaligesing Tahap demi Tahap

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Penggemukan Domba Jantan"

Posting Komentar