Cara Ternak Kambing Jawa Yang Benar dan Lengkap


Pengertian Kambing Jawa

Ternakkambing.com-Kambing jawa adalah jenis kambing asli Indonesia yang sudah dikembangbiakkan oleh masyarakat Indonesia terutama di pulau jawa. Selain ada di Indonesia, kambing jawa juga tersebar di wilayah Filipina dan juga Malaysia. Kambing jawa sangat cocok dibudidayakan di Indonesia karena sudah sangat adaptif terhadap kondisi cuaca yang ada di Indonesia. Kambing jawa juga sangat toleran terhadap segala jenis makanan yang ada di Indonesia. Secara umum, masyarakat memelihara dengan cara digembalakan ataupun dengan cara semi intensif dengan dikandangkan dan dicarikan rumput. Dalam perkembangannya, ternak kambing jawa sudah banyak dilakukan perkawinan silang dengan jenis kambing lainnya. Hal tersebut bertujuan untuk menghasilkan jenis kambing pedaging unggul ataupun kambing perah yang berkualitas.

Ciri-ciri Kambing Jawa

Secara umum, cukup sulit membedakan kambing jawa dengan jenis kambing lainnya. Berikut ini beberapa ciri-ciri kambing jawa.

  • Memiliki ukuran tubuh yang cenderung kecil dan pendek
  • Memiliki telinga yang pendek dan tegak
  • Memiliki tanduk baik pejantan maupun betina
  • Memiliki leher pendek dan punggung yang meninggi
  • Memiliki warna bulu hitam, coklat kemerahan, putih, atau kombinasi dari beberapa warna tersebut.
  • Rata-rata tinggi badan kambing pejantan 60-70 cm, dan untuk betina memiliki tinggi mencapai 50-60 cm.
  • Bobot badan kambing jawa yang masih hidup untuk pejantan mencapai 25 atau 30 kg, sedangkan untuk betina memiliki bobot badan antara 15 sampai 25 kg.
Baca juga: Manfaat Susu Kambing Etawa Lengkap

Tata Cara Ternak Kambing Jawa

Beberapa tata cara ternak kambing jawa yang bisa diterapkan agar bisa tercapai usaha ternak kambing sukses adalah sebagai berikut.

Persiapan Kandang Kambing Jawa

Ada bermacam-macam jenis-jenis kandang kambing dari kandang kambing bambu, kandang kambing sederhana, kandang kambing penggemukan, maupun kandang kambing umbaran. Jenis kandang seperti apa sebenarnya merupakan pilihan anda masing-masing tergantung dari tujuan apa yang akan dicapai. Untuk memudahkan peternak dan menjaga kesehatan ternak kambing jawa yang kita pelihara, penulis menyarankan untuk membuat kandang kambing panggung. Alasan kenapa penulis menyarankan kandang kambing panggung karena dengan menggunakan kandang kambing panggung untuk ternak kambing jawa akan memudahkan peternak untuk melakukan pembersihan kandang. Selain itu, dengan kandang kambing model panggung kotoran kambing dan kencing serta kotoran sisa pakan bisa langsung jatuh ke tanah sehingga kandang kambing lebih bersih. Keuntungan lainnya dengan kandang kambing panggung adalah kambing akan terhindar dari serangan cacing penyebab penyakit dan kambing tidak mengalami kembung. 

Persiapan Lahan Pakan Kambing

Usaha ternak kambing jawa memerlukan ketersediaan pakan yang cukup. Di Indonesia sendiri, terdapat dua musim yakni musim hujan dan musim kemarau. Pada musim hujan, jumlah pakan cenderung melimpah. Sedangkan pada musim kemarau jumlah pakan sangat terbatas. Oleh karena itu, untuk menjalankan usaha ternak kambing jawa perlu persiapan lahan pakan supaya dapat mencukupi kebutuhan pakan kambing setiap musim. Pakan kambing yang bisa kita persiapkan di antaranya adalah daun-daunan seperti daun nangka, daun alkasiah, daun jambu biji, daun lamtoro, rumput raja, rumput gajah dan rumput tailand.

Pemilihan Bibit Kambing Jawa

Untuk memulai usah ternak kambing jawa, perlu dilakukan seleksi bibit kambing yang memiliki kualitas bagus sehingga peternak tidak mengalami rugi dalam pemeliharaan kambing jawa. berikut ini beberapa ketentuan dalam memilih jenis ternak kambing jawa.

Persyaratan secara umum

Kambing sehat dan tidak cacat fisik
Kambing jawa yang sehat memiliki ciri-ciri antara lain: mata bersinar dan bulu halus serta mengkilat. Beberapa kambing yang mengalami cacat fisik di antaranya: tanduk mengalami retak dan juga patah, kaki mengalami lumpuh, kuku tumbuh tidak normal, mata mengalami sayu, serta tulang punggung mengalami kelainan.

Alat reproduksi kambing jantan maupun betina norma serta tidak mandul
Kambing betina yang memiliki alat reproduksi yang normal dan tidak mandul terlihat pada ambingnya yang memiliki dua buah ambing dan setiap ambing terdapat satu buah puting susu. Ambing normal berbentuk simetris antara sisi kiri dan kanan.  Kambing yang mandul dapat diketahui setelah kambing dikawinkan sebanyak tiga kali. Jika kambing betina dikawinkan sebanyak tiga kali dan tidak bunting, artinya kambing tersebut mandul. Kambing betina mandul biasanya terlihat sangat gemuk.

Kelamin pada kambing jantan normal
Cacat pada kambing jawa jantan dapat terlihat pada ukuran testis yang tidak sama serta posisinya yang tidak simetris.
Ciri-ciri kambing jawa jantan yang memiliki kualitas baik:

  • Memiliki tubuh yang besar dan juga panjang serta tidak begitu gemuk dan memiliki dada yang lebar. Memiliki tumit yang tinggi serta kaki yang lurus dan kuat
  • Testis berbentuk simetris dan memiliki libido yang tinggi.
  • Keturunan dari kambing kembar
  • Memiliki umur yang sudah lebih dari 1,5 tahun (tapi gigi seri tetap)

Bibit kambing jawa betina yang bagus memiliki ciri-ciri

  • Memiliki tubuh yang kompak serta dada yang lebar. Punggung dan pinggang lurus serta bertubuh besar tetapi tidak terlalu gemuk.
  • Memiliki sorot mata yang ramah, jinak dan tidak agresif.
  • Memiliki kaki yang lurus dan tumitnya tinggi.
  • Rahang atas  dan bawah tidak cacat atau rata
  • Ambing simetris antara kanan dan kiri serta jumlah puting yang normal yaitu dua buah
  • Berumur lebih dari dua belas bulan (tetapi gigi seri masih atau tetap)
  • Lebih baik memilih yang berasal dari keturunan kembar

Pemberian Tanda Pengenal Kambing

Untuk memudahkan peternak dalam mengawinkan, menentukan umur serta penjualan hendaknya peternak memberikan tanda pengenal kambing. Tanda pengenal kambing bisa dipasang pada telinga kambing, ataupun dikalungkan pada kambing.

Pemeliharaan Kambing Jawa

Ternak kambing jawa memerlukan beberapa cara untuk menghasilkan keuntungan. Beberapa cara ternak kambing jawa yang dapat diterapkan pada pemeliharaan kambing jawa adalah sebagai berikut.

Pemberian Pakan

Dalam menjalankan usaha ternak kambing jawa perlu menyiapkan komposisi pakan kambing yang komplit supaya kambing dapat tumbuh optimal. Pakan kambing jawa berupa rerumputan, daun-daunan, dan konsentrat. Pemberian pakan kambing dilakukan sebanyak dua kali sehari pada pagi hari dan sore hari. Penentuan pemberian pakan dilakukan dengan menghitung berat masing-masing kambing serta memperhatikan umur dan kondisi kambing. Secara umum, pemberian pakan kambing dilakukan dengan perhitungan sebanyak 10% dari bobot hidup kambing per hari. 

Komposisi pemberian pakan kambing berbeda-beda berdasarkan umur dan jenis kelamin serta kondisi kambing. Untuk komposisi pakan kambing bisa menggunakan perhitungan sebagai berikut: rumput 90% dan konsentrat sebanyak 10%. Atau jika anda menggunakan pakan fermentasi maka menggunakan kombinasi rumput basah 45%, rumput fermentasi 45% dan konsentrat sebanyak 10%. Pemberian minum diberikan dua kali sehari bersamaan dengan pemberian pakan. Untuk kambing bunting atau beranak, pemberian konsentrat bisa ditambahkan sedikit kalsium untuk mencegah terjadinya kekurangan kalsium dan juga mineral lain.

Pemotongan Kuku

Pemotongan kuku kambing dilakukan secara rutin untuk mencegah luka pada kambing kambing akibat terpeleset dan sebagainya. Pembersihan kuku ini juga berfungsi agar kuku kambing tidak menjadi tempat bersarangnya bakteri maupun cacing pembawa penyakit.

Pemotongan Tanduk

Untuk di luar negeri, pemotongan tanduk kambing sering dilakukan guna menghindari kambing saling bertarung dan melukai yang lainnya. Pemotongan tanduk kambing dilakukan dengan menggunakan pisau gerinda dengan panjang tanduk yang disisakan sepanjang 2 cm. Setelah tanduk dipotong, kemudian kita berikan betadin untuk menghindarkan kambing dari infeksi bakteri. Kemudian tanduk dibalut dengan lilin dan kain untuk menghindarkan kotoran yang menempel.   

Pemberian Vaksin

Vaksinasi atau pemberian vaksin kambing perlu dilakukan secara intensif dan terjadwal. Vaksinasi dilakukan untuk mencegah berkembangnya virus dan juga bakteri yang menyebabkan berbagai penyakit pada kambing. Pemberian vaksin perlu dilakukan secara bersama-sama dan serentak agar smeua virus dapat tercegah bersamaan. Beberapa vaksin yang penting diberikan pada kambing adalah vaksin antraks, vaksin orf, dan vaksin PMK (penyakit mulut dan kuku).

Pengobatan

Selain virus, penyebab kambing sakit juga bisa berasal dari bakteri yang terbawa oleh debu, makanan dan juga minuman. Hal tersebut menyebabkan kambing mengalami sakit seperti sakit kembung kambing atau masuk angin, sakit mencret dan penyakit lain yang disebabkan oleh bakteri. Contoh obat kambing seperti Tympanol-SB untuk mengobati kembung kambing, B Complex untuk pemberian vitamin B pada kambing, Medoxy LA untuk mengobati pneumonia, radang sendi dan juga mastitis pada kambing, dan Dedocine sebagai obat luka dan mencegah myasis pada kambing.

Pemberian Obat Cacing

Pemberian obat cacing diberikan pada kambing pada saat pertama masuk atau didatangkan dan dilakukan secara rutin sebanyak satu kali dalam satu bulan. Pemberian obat cacing ini bertujuan untuk mencegah penyakit cacingan yang akan merugikan peternak karena kambing yang cacingan akan sulit gemuk bahkan mati. Pemberian obat cacing bisa menggunakan albandazole sebanyak 10-20mg/kg berat badan kambing, febendazole 10mg/kg berat badan kambing, valbazen 0,2-0,25 cc/kg berat badan kambing.

Mengawinkan Kambing

Kambing dikawinkan setelah berusia lebih dari 8 bulan. Untuk kambing jantan bisa dikawinkan pada usia 8 bulan tetapi paling banyak dengan tiga betina. Lebih efektif jika kambing jantan dikawinkan setelah usia 12 bulan. Untuk mengawinkan kambing betina tidak bisa dilakukan sembarangan. Kambing betina memiliki waktu-waktu tertentu untuk dikawinkan. Kambing betina memiliki masa estrus atau disebut juga masa berahi. Pada masa estrus ditandai terdapatnya lendir pada bagian kelamin kambing. Kemudian kambing betina juga terlihat gelisah dengan sering mengembik, dan terkadang menunggangi temannya ataupun menggosok-gosokkan badannya ke dinding. Perkawinan kambing sebaiknya dilakukan pada kambing jantan agar jantan lebih merasa leluasa karena berada pada daerahnya sendiri.

Pemeliharaan kambing Bunting dan Melahirkan

Usia kambing bunting rata-rata adalah enam bulan. Pada kambing yang mengalami bunting dengan usia 5 bulan ke atas perlu dipisahkan dari koloni. Hal ini bertujuan untuk membuat kambing terhindar dari benturan dan perebutan makanan dengan kambing lainnya. pemisahan ini juga bertujuan untuk menjaga jika kambing melahirkan, maka anakannya akan aman dari serangan atau terinjak kambing lainnya.

Kambing yang bunting perlu tambahan nutrisi untuk memenuhi kebutuhan energi karena bunting. Apabila indukan bunting kekurangan nutrisi maka sudah tentu akan berbahaya bagi kesehatan janin kambing dan juga induk kambing. Oelh karena itu, tidak cukup pemberian pakan berupa hijauan saja. Kita perlu menambahkan konsentrat dengan jumlah sebanyak sepuluh persen dari total pakan. Kemudian menambahkan kalsium pada pakan.

Pemeliharaan atau Pembesaran Kambing

Anak kambing jawa yang sudah berusia 3 bulan perlu dipisah dari induknya. Hal ini bertujuan untuk merangsang indukan berahi dan mau dikawinkan lagi supaya bunting. Selain itu, pemisahan ini berguna untuk anak kambing supaya bisa belajar untuk mengkonsumsi pakan di luar dari air susu induknya. Dengan dilakukan pemisahan, anak kambing jawa akan lebih cepat tumbuh besar karena pakan difokuskan untuk anak kambing. Pembesaran kambing dilakukan di kandang koloni sampai kambing mencapai usia siap kawin.

Itulah ulasan mengenai cara ternak kambing jawa. Semoga tulisan tentang Cara Ternak Kambing Jawa dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Ternak Kambing Jawa Yang Benar dan Lengkap"

Posting Komentar