Cara Ternak Kambing Etawa Bagi Pemula (Sub Persiapan Lahan Pakan) Penting


Kambing Etawa

Ternakkambing.com-Kambing Etawa merupakan jenis kambing perah yang awalnya berasal dari India. Kambing Etawa biasanya diternak untuk dimanfaatkan daging dan juga susunya. Akan tetapi, kebanyakan peternak lebih mengutamakan fungsi kambing etawa sebagai penghasil susu karena dapat menghasilkan susu dengan jumlah yang banyak per hari. Rata-rata produksi susu kambing etawa perhari bisa mencapai 2 sampai 3,5 liter perhari. Hal ini sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya lingkungan, pakan dan juga genetik indukan. Kambing Etawa memiliki ciri-ciri fisik berpenampilan tinggi hampir 180 cm untuk pejantan dan panjang mencapai 2 meter. Sedangkan betina sendiri memiliki ukuran tubuh denga tinggi bisa mencapai 1,5 meter dan panjang badan mencapi 170 cm. Baik kambing etawa betina maupun jantan memiliki bulu yang panjang di bagian paha. Makanan yang disukai oleh kambing Etawa adalah dedaunan seperti daun nangka, lamtoro, dan juga kaliandra.
Baca juga : 10+ Cara ternak Kambing Etawa Bagi Pemula yang tepat dan sukses

Lahan Pakan Kambing Etawa

Pada tahap persiapan ternak kambing Etawa, hal yang patut diperhatikan dan betul-betul disiapkan adalah lahan paka karena hal ini merupakan faktor kunci keberhasilan ternak kambing Etawa yang bisa mencapai 30% dari total faktor yang berpengaruh. Oleh karena itu, perlu sekali kiranya para calon peternak untuk dapat bisa menyediakan lahan pakan kambing Etawa atau sumber pakan Kambing Etawa ditengah sulitnya mendapat lahan pakan karena banyak lahan yang dialih fungsikan sebagai perkebunan karet, sawit dan juga bangunan.
Berikut ini akan coba penulis ulas mengenai Persiapan lahan pakan ternak Kambing Etawa

Ukuran Lahan Pakan Ternak Kambing Etawa

Untuk ukuran lahan pakan ternak Kambing Etawa, sebenarnya tidak ada ukuran pasti yang menjadi acuan. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan jumlah produksi dari masing-masing jenis rumput dan juga pohon pakan ternak kambing Etawa. Akan tetapi, penulis mencoba memberikan sedikit acuan untuk ternak kambing Etawa skala 100 ekor, hendaknya peternak menyiapkan ukuran lahan seperempat hektar.


Jenis Pakan Kambing Etawa

Secara umum, kambing dapat mengkonsumsi daun-daunan dan juga rerumputan untuk memenuhi kebutuhan energi harian kambing terutama dalam masa produksi. Akan tetapi, sebagian besar kambing lebih memilih atau lebih menyukai untuk mengkonsumsi pakan daun-daunan daripada pakan rerumputan. Begitu juga dengan ternak kambing etawa lebih menyukai pakan daun-daunan. 
Berikut di bawah ini daun-daunan yang dapat dibudidayakan sebagai pakan ternak kambing etawa.

Daun Singkong

Jenis daun-daunan yang disukai oleh kambing terutama ternak kambing etawa adalah daun singkong. Hampir semua jenis daun singkong dapat digunakan sebagai pakan ternak kambing etawa. Akan tetapi ada beberapa varietas baru di Indonesia yang perlu dihindari untuk diberikan sebagai pakan ternak kambing etawa. Jenis daun singkong ini dikenal sebagai singkong racun karena memiliki kandungan sianida yang sangat tinggi sehingga dapat meracuni tubuh. Nama lain singkong racun ini di kalangan petani adalah singkong Thailand atau singkong SP. 

Sebetulnya daun singkong memiliki kandungan nutrisi yang cukup baik untuk pakan ternak kambing etawa. Daun singkong memiliki protein yang cukup tinggi yakni berkisar 16,7-39,9% bahan kering dan sekitar 85% dari fraksi protein kasar merupakan protein murni (Ravindran, 1991). Bagian onggok dan kulit yang masih dapat dimanfaatkan mengandung pati yang cukup tinggi sehingga layak digunakan sumber energi. Menurut Liem et al (1997), dilaporkan bahwa 2.5-3ton/ha dari hasil samping singkong dapat menghasilkan tepung daun singkong sekitar 600-800 kg/ha. Menurut Kang et al (2000), pemakaian daun singkong pada formulasi ransum pakan kambing dapat dijadikan sebgai sumber protein dan konsentrat pada kambing perah dan sapi perah. 

Daun singkong juga dapat digunakan sebagai sumber protein pada ransum. Seperti disebutkan oleh Wanapat dan Khampa (tahun 2006), hay daun singkong dapat digunakan sebagai pengganti bungkil kedelai pada sapi perah di daerah tropik. Daun singkong selain dapat menjadi sumber protein juga dapat berfungsi sebagai anti cacing (anthelmintic) dan kandungan tanin daun singkong berpotensi meningkatkan daya tahan saluran pencernaan ternak terhadap serangan mikroorganisme parasit. Salah satu cara pengawetan yang dapat menurunkan kandungan sianida (HCN) daun singkong adalah dengan metode Ensilase dengan lama pengawetan selama tiga bulan.

Cara menanam singkong juga sangat mudah, cukup dengaan memotong batang singkong dengan ukuran 15-20 cm dan kemudian ditancapkan ditanah yang sebelumnya sudah digemburkan atau dicangkul. Daun singkong akan dapat dipanen setelah usia 5 bulan. Selain daun singkong, umbi bisa dimanfaatkan untuk dikonsumsi oleh manusia. 

Daun Gamal

Daun gamal sering dikenal juga dengan nama daun johar. Daun johar memiliki bau yang sangat menyengat yang terkadang membuat ternak kambing etawa tidak menyukainya. Akan tetapi ada cara untuk mengurangi bau menyengat daun gamal yaitu dengan sedikit mengeringkan daun gamal dengan cara diangin-anginkan. 

Daun gamal atau daun johar memiliki kandungan protein yang cukup tinggi yaitu berkisar 23%, dan kalsium sebesar 1,2%. Kandungan serat pada daun gamal juga cukup tinggi yakni mencapai 45% NDF sehingga sangat baik untuk digunakan sebagai sumber pakan ternak kambing etawa.

Daun Turi

Daun Turi merupakan jenis daun-daunan pakan ternak kambing yang memiliki kandungan protein kasar. Komposisi nutrisi yang terkandung pada daun turi yaitu 27,3% protein kasar, 4.825 kkal/kg energi kasar, 24,4% SDN, 2,7% Lignin, 7,5% abu, 1,5% Ca dan 0,4% P. 

Daun turi dapat dibudidayakan dengan menanam biji turi. Sebaiknya, untuk menanam turi dilakukan pada musim penghujan untuk menghindari kematian tunas muda daun turi. Pemangkasan atau pemanenan daun turi juga sebaiknya dilakukan pada musim penghujan karena sifat pohon turi yang mudah sekali layu setelah pemangkasan terutama pada musim kemarau.

Daun Kaliandra


Kaliandra memiliki kandungan protein yang cukup tinggi. Protein tersebut terkandung pada daun, bunga, dan tangkai kaliandra. Kaliandra dapat dibudidayakan dengan dua cara yakni dengan stek atau dengan biji. Daun kaliandra memiliki pengaruh yang cukup baik untuk produksi ternak ruminansia baik ternak besar maupun kecil. Akan tetapi yang menjadi masalah dalam pemberian pakan kaliandra pada ternak adalah jumlah kandungan tanin yang cukup tinggi berbahaya bagi ternak. Sebaiknya peternak yang tidak banyak mengetahui tentang ilmu kesehatan ternak menghindari pemberian pakan kaliandra yang terlalu berlebih pada ternak kambing etawa. Hal ini akan berdampak buruk jika pemberian kaliandra yang mengandung tanin tinggi terlalu berlebihan karena akan menyebabkan kematian ternak karena keracunan.

Rumput Taiwan

Rumput Taiwan memiliki ukuran yang cukup besar dengan tinggi bisa mencapai 4-5 meter. Ciri-ciri rumput taiwan adalah berbatang lunak, berdaun lebar dan berbulu lembut, memiliki nutrisi yang cukup baik, dan batang berwarna merah terutama yang dekat dengan pangkal akar. Rumput taiwan mampu mencapai produksi sebanyak 300 ton per hektar per tahun, sehingga cukup efektif dibudidayakan sebagai sumber pakan ternak kambing etawa.

Itulah sedikit ulasan mengenai persiapan lahan pakan ternak kambing etawa dan jenis-jenis tanaman sebagai pakan ternak kambing etawa. Semoga tulisan mengenai Cara Ternak Kambing Etawa Bagi Pemula dapat bermanfaat bagi pembaca. Terima kasih telah membaca tulisan ini.
Tulisan lainnya: 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Cara Ternak Kambing Etawa Bagi Pemula (Sub Persiapan Lahan Pakan) Penting"

Posting Komentar